Uji Coba PTM Dimulai, Bakal Ada Evaluasi Pelaksanaan 11 Hari Kedepan

Wakil Bupati Sukoharjo Agus Santosa mengatakan, uji coba PTM di sekolah dilaksanakan untuk melihat kesiapan pembelajaran di ruang kelas setelah satu tahun lebih siswa belajar di rumah. Uji coba PTM juga dilaksanakan untuk menghindari terjadinya masalah mental dan psikologis serta meningkatkan kemampuan belajar anak dengan mendapatkan bimbingan dari guru.

“Siswa sudah lama belajar online atau di rumah. Interaksi dengan teman dan guru sudah lama tidak dilakukan dalam sistem pembelajaran di ruang kelas. Uji coba PTM ini sangat penting untuk melihat semuanya mulai dari siswa, guru dan sekolah. Termasuk Pemkab Sukoharjo akan mengevaluasi bagaimana setelah pelaksanaan uji coba ini dilaksanakan untuk program kedepan,” ujarnya.

Agus Santosa meminta agar uji coba PTM dimaksimalkan siswa dan guru dalam meningkatkan kemampuan belajar mengajar. Sebab waktu yang diberikan sesuai kebijakan dari pemerintah pusat sangat terbatas hanya 11 hari saja. Selanjutnya akan dilakukan evaluasi apakah diperpanjang atau tidak.

“Saya lihat tadi siswa sangat senang bisa bertemu dan berinteraksi dengan teman teman di ruang kelas belajar bersama. Siswa juga lebih senang belajar di sekolah karena sudah terlalu lama di rumah secara online,” lanjutnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo Darno mengatakan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo melakukan persiapan pelaksanaan uji coba PTM pada 5 April sesuai kewenangannya di sekolah tingkat SMP. Persiapan tersebut dilakukan di SMPN 1 Sukoharjo setelah sebelumnya resmi ditunjuk melaksanakan uji coba PTM. Sedangkan sekolah lain tingkat SMA, SMK dan MA menjadi kewenangan penuh provinsi Jawa Tengah. Meski demikian, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo ikut terlibat membantu persiapan.

Khusus di SMPN 1 Sukoharjo telah dilakukan pengecekan langsung dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo. Hasilnya diketahui SMPN 1 Sukoharjo siap sepenuhnya melaksanakan uji coba PTM. Kesiapan dilihat dari sarana dan prasarana sesuai dengan ketentuan yang dikeluarkan pemerintah. Hal itu seperti kelengkapan tempat mencuci tangan memakai sabun, penyediaan masker, hand sanitizer, penyemprotan disinfektan, pengaturan meja dan kursi sesuai aturan jaga jarak di ruang kelas.

BERITA REKOMENDASI