Ormas Desak Jokowi Copot Menteri Agama Fachrul Razi

Editor: Ivan Aditya

KLATEN, KRJOGJA.com – Ratusan umat Islam dari berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) menggelar aksi damai di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Klaten, Jumat (11/09/2020). Mereka menuntut Presiden RI Joko Widodo mencopot Menteri Agama Fachrul Razi.

Koordinator lapangan aksi damai, Norman Arista Abdurahman, menyampaikan, umat Islam Klaten menilai pemilihan dan pengangkatan Fachrul Razi sebagai menteri agama kurang tepat. Sebab, yang bersangkutan berlatar belakang bukan dari ulama, sehingga kurang memahami tentang agama, khususnya Islam. Hal ini tidak sesuai dengan asas The Right Man In The Right Place.

“Sejak awal dilantik sampai saat ini, Menteri Agama Fachrul Razi selalu mengeluarkan ungkapan, narasi, pernyataan, serta kebijakan yang tidak positif serta tidak produktif bagi kehidupan beragama di Indonesia, khususnya umat Islam,” ujarnya.

Menurutnya, ungkapan, narasi, pernyataan, serta kebijakan Fachrul Razi cenderung membikin gaduh serta justru memojokkan umat Islam yang notabene penyumbang saham terbesar berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Dengan dasar pemikiran independen, obyektif, berakal sehat serta panduan hati nurani, kami umat Islam menuntut kepada Presiden RI Joko Widodo untuk mengganti Menteri Agama Fachrul Razi secepatnya,” tandasnya.

Beberapa contoh kebijakannya yakni, usulan menteri agama yang mau mensertifikasi para mubaliq dan da’i tidak tepat dan tidak punya kapasitas untuk menilai. Pasalnya, menteri agama pun pasti tidak lolos uji sertifikasi.

Selain itu, menteri agama juga pernah mengeluarkan pernyataan bahwa penghafal Al Quran dan umat yang ibadahnya bagus dianggap cikal bakal dari radikalisme.

Sementara itu, salah satu tokoh umat Islam Klaten, Arif Budi, dalam orasinya menyampaikan, “Kita adalah cucu-cucu para ulama, kita tahu bahwa di Jatinom dan Bayat, mereka yang mengajarkan kita tentang kebaikan dan harkat martabat manusia”.

“Orang-orang sebelum tahu Islam, mereka malas bercelana, mereka malas menutup BH-nya, mereka telanjang dada, ada catatan dan gambarnya. Kemudian hari ini tiba-tiba kalian berkata Islam itu teroris, maka kalianlah yang berkhianat atas leluhur kita ini,” tegasnya. (Lia/Sit)

BERITA REKOMENDASI