Unwidha dan Kanwil DJP Jateng II Kerjasama Tax Center

Editor: Ivan Aditya

KLATEN, KRJOGJA.com – Universitas Widya Dharma (Unwidha) Klaten dan Kanwil DJP Jawa Tengah II melakukan penandatanganan kerjasama Tax Center. Acara dilanjutkan peresmian Tax Center di gedung Fakultas Ekonomi, Rabu (24/11/2021).

Rektor Unwidha Klaten Prof DR Triyono M.Pd berharap dengan adanya kerjasama tersebut, para mahasiswa bisa mendapatkan tambahan ilmu di bidang perpajakan. Selain itu juga sebagai salah satu cara pengabdian kepada masyarakat.

Tax Center dinilai sebagai sarana memberikan edukasi pada mahasiswa. Khusunya bagia mahasiswa program studi manajemen perpajakan bisa memanfaatkan tax center untuk menggali informasi terkait tugas-tugas perpajakan.

Kepala Kanwil DJB Jawa Tengah II, Slamet Sutantyo mengemukakan, kerjasama tersebut juga dilakukan di beberapa perguruan tinggi lain agar lembaga perguruan tinggi yang sudah melakukan kerjasama dengan tax center ini dapat melakukan pengkajian, penelitian, pelatihan dan sosialisasi perpajakan di lingkunganya baik di lingkungan perguruan tinggi sendiri maupun di lingkungan masyarakat sekitar perguruan tinggi.

Tujuan agar perguruan tingi beserta civitas akademika dan mahasiswanya ikutserta mewujdukan masyarakat yang peduli dan sadar akan kewajiban perpajaknya. “Kerjasama dengan Unwidha tersebut merupakan kerjasama dengan perguruan tinggi yang ke-20 pada tahun 2021. Untuk tingkat kepatuhan pajak secara total sudah mencapai 96 persen dari yang wajib menyampaikan SPT tahunan. Dari 4 persen yang belum patuh tersebut ada yang dikarenakan kilaf, lupa, belum sadar atau belum sempat atau bingung tata cara mengisinya,” kata Slamet Sutantyo.

Budi utomo, Kepala Seksi Pengawasan 4 KPP Pratama Klaten mengemukakan, pelaporan SPT di Kabupaten Klaten cukup bagus. Tahun 2021 sudah mencapai 118 persen, yakni dari target 50 ribu SPT sudah tercapai 57 ribu SPT. Sedangkan untuk kepatuhan rupiahnya, saat ini sudah di angka73 persen. Masih ada satu buan 10 hari, sehingga diharapkan bisa mendekati 100 persen.

“Trend pembayaran pajak biasanya Desember melebihi bulan-bulan lain, karena dari PPN itu pasti nambah karena belanja pemerintah daerah,. Dalam hal ini proyek itu juga pembayaranya di akhir tahun, sehingga itu berpengaruh di setoran PPN di Desember,” kata Budi Utomo. (Sit)

BERITA REKOMENDASI