Usai Lelang, Pemkab Sukoharjo Robohkan Gedung Budisasono

 SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Gedung Budisasono di Jalan Veteran Sukoharjo mulai dirobohkan dan diperkirakan selesai akhir Februari nanti. Tahap selanjutnya yakni merobohkan gedung lama DPRD Sukoharjo yang sekarang masih tahap lelang. Terakhir, bangunan yang akan dirobohkan yakni gedung Bank Pasar dan Pusat Jajanan Serba Ada (Pujasera). Semua bangunan tersebut dirobohkan karena Pemkab Sukoharjo akan membangun gedung pertemuan baru senilai Rp 52 miliar.

Kabid Aset Badan Keuangan Daerah (BKD) Sukoharjo Sujarwo, Jumat (14/2) mengatakan, Pemkab Sukoharjo merobohkan bangunan pertama gedung Budisasono setelah proses lelang senilai Rp 180 juta selesai. Rekanan pemenang lelang selanjutnya melaksanakan tugas mulai 11 Februari merobohkan gedung.

Dalam dua hari terakhir sejumlah pekerja sudah mulai melakukan perobohan khususnya pada bagian atap. Proses secara keseluruhan gedung akan selesai dirobohkan hingga akhir Februari nanti.

“Lelang sudah selesai jadi gedung Budisasono bisa langsung dirobohkan lebih dulu,” ujarnya.

BKD Sukoharjo setelah ini akan mempersiapkan lelang merobohkan bangunan gedung lama DPRD Sukoharjo. Nilai lelang diperkirakan sekitar Rp 700 juta.

Gedung lama DPRD Sukoharjo sampai sekarang belum dirobohkan karena selain faktor lelang, juga karena masih ada proses pemindahan barang. Dikhawatirkan apabila dipaksakan maka barang milik DPRD Sukoharjo bisa rusak.

DPRD Sukoharjo sendiri sekarang sudah tidak menggunakan gedung lama di Jalan Veteran, Sukoharjo dan pindah menempati bangunan baru di wilayah kelurahan, Mandan, Sukoharjo Kota. Bangunan lama akan dirobohkan bersamaan dengan gedung Budisasono.

“Secepatnya setelah Budisasono giliran gedung lama DPRD Sukoharjo dirobohkan. Tapi menunggu lelang dan kemungkinan bulan depan dilaksanakan,” lanjutnya.

Tahap terakhir nanti BKD Sukoharjo akan merobohkan dua bangunan yakni gedung Bank Pasar dan kios Pujasera. Aktifitas Bank Pasar dan pedagang di kios Pujasera nanti akan dipindah. Pemkab Sukoharjo sudah memiliki tempat pemindahan tersebut.

Bank Pasar akan menempati bangunan kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Sukoharjo. Sedangkan DPKP Sukoharjo sendiri akan pindah ke gedung terpadu Setda Sukoharjo.

Pedagang di kios Pujaser nantinya juga sudah memiliki tempat sendiri. Penanganan pedagang tersebut nantinya diserahkan ke Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo.

“Bangunan yang terdampak prioritas pertama dirobohkan. Selanjutnya baru dibangun gedung pertemuan baru Pemkab Sukoharjo,” lanjutnya.

Kabid Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bapelbangda Sukoharjo, Agus Purwantoro mengatakan, Pemkab Sukoharjo pada tahun 2020 memiliki program besar dibidang infrastruktur dengan membangun gedung pertemuan baru di pusat kota. Pembangunan masuk dalam skala prioritas untuk direalisasikan tahun ini. Lahan yang akan dipakai untuk pembangunan tersebut menggunakan tanah bekas gedung Budisasono dan gedung lama DPRD Sukoharjo. Semua bangunan tersebut akan dirobohkan dan dijadikan satu menjadi bangunan baru.

Masing masing gedung tersebut sudah dalam kondisi kosong dan tidak difungsikan lagi. Dengan demikian maka rencana pembangunan tinggal dilaksanakan saja.  “Pembangunan gedung pertemuan di pusat kota akan dikerjakan Pemkab Sukoharjo pada tahun 2020 ini. Persiapan terus dilakukan,” ujarnya.

Sebelum dilaksanakan pembangunan gedung pertemuan baru maka akan dilakukan pembongkaran dua gedung terlebih dahulu. Hal itu dilakukan sebagai bagian dari pemusnahan aset untuk dibangun baru.

Pemkab Sukoharjo untuk merealisasikan pembangunan gedung pertemuan baru sudah menyelesaikan pembuatan detail Enggineering Desain (DED). Dasar tersebut diselesaikan pada akhir tahun 2019 lalu.

Kesiapan lainnya sedang dilakukan dari sisi pemenuhan kebutuhan anggaran sebesar Rp 52 miliar. Dana diambilkan dari APBD Sukoharjo 2020. (Mam)

BERITA TERKAIT