Usung Konsep Smart City, Sistem Pajak Online Diterapkan Di Boyolali

Editor: KRjogja/Gus

BOYOLALI (KRjogja.com) – Mengikuti konsep smart city yang diusung Bupati Boyolali, Seno Samodro, mulai Januari 2018 nanti, sistem pembayaran pajak di Boyolali akan menerapkan sistem pajak online, dimana nantinya wajib pajak cukup mengakses melalui internet dan untuk menunaikan kewajiban pajaknya.

Hal itu terpapar dalam Sosialisasi Pajak Online di Balai Sidang Mahesa, Kamis (28/12) malam kepada ratusan pengusaha di Boyolali. Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Boyolali, M Syawaludin menjelaskan, sistem pembayaran pajak yang saat ini masih konvensional akan diubah, dimana melalui sistem online nanti, sistem paperbase atau konvensional akan berubah menjadi cashless atau digital.

Dalam sistem ini, seluruh data informasi sudah tersedia dalam bentuk digital dan bisa diakses melalui aplikasi. Sedang untuk pembayaran pajak cukup menggunakan kode bayar melalui teller bank ataupun melalui transfer. Sementara bukti bayar secara otomatis akan dikirim melalui email. "Wajib pajak tak perlu bertatap muka dengan petugas pajak," tuturnya.

Untuk mengakses aplikasi ini, WP cukup mengakses komputer atau telepon pintar pada alamat https://sipad.boyolali.go.id.

Kepala Bidang Pajak Daerah BKD Boyolali, Fara Soraya Devianti menambahkan, sistem digital ini akan membuat proses akses data dan pembayaran pajak menjadi lebih sederhana dan efektif. Seluruh proses pembayaran pajak bisa dilakukan melalui internet. Konsep paperless juga akan meningkatkan aspek keamanan dan pencarian data dibanding secara manual. 

"Sistem ini juga lebih ramah lingkungan, sebab meminimalisir penggunaan kertas. Digitalisasi ini juga memangkas proses, misalnya jika dibandingkan dengan sistem konvensional, dimana data harus dicari secara manual dalam arsip yang tempat penyimpannya juga memakan tempat,"

Sementara itu Bupati Boyolali, Seno Samodro berpesan, perubahan sistem ini diharapkan bisa mendorong pengusaha di Boyolali untuk makin taat dalam membayar pajak. Dengan berbagai kemudahan yang sudah diakomodasi, mestinya tak ada alasan bagi wajib pajak tak menunaikan kewajibannya. "Pajak akan digunakan untuk pembangunan di Boyolali di berbagai sektor. Melalui pembangunan akan menjadikan Boyolali semakin maju," tandasnya. (Gal)

BERITA REKOMENDASI