Vaksinasi Nakes di Klaten Melebihi Target

Editor: Ivan Aditya

KLATEN, KRJOGJA.com – Bupati Klaten Hj Sri Mulyani menaruh perhatian serius terhadap persoalan belum maksimalnya penurunan angka Covid-19 di Kabupaten Klaten. Hingga saat ini Klaten masih masuk dalam Zona Oranye (zona risiko sedang).

Dalam rapat koordinasi di Pendapa Pemkab Senin (17/05/2021) Bupati menjelaskan, sesuai data di portal web Jateng Corona untuk kecamatan di Kabupaten Klaten zona risiko tinggi tidak ada. Zona risiko sedang ada 16 kecamatan, zona risiko rendah ada 8 kecamatan dan tidak ada kasus nol.

Kemudian untuk wilayah desa, zona risiko tinggi ada 2 desa yaitu Desa Titang Kecamatan Jogonalan dan Desa Balak Kecamatan Cawas. Zona risiko sedang 63 desa, zona risiko rendah 107 desa dan tidak ada kasus 225 desa.

Terhadap dua desa zona risiko tinggi tersebut, Bupati mewanti-wanti kepada camat untuk segera melakukan penanganan lebih lanjut. “Bagaimana percepatan dan penerapan disiplin protokol Covid dan langkah-langkah strategis menurunkan dari zona risiko tinggi ke sedang untuk segera dipikirkan dan ditindaklanjuti,” jelas Bupati.

Terhitung pada minggu ke-19 tanggal 9 hingga 15 Mei 2021, jumlah kasus dalam satu minggu mencapai 248 kasus. Menurut Bupati hal ini berkaitan dengan perayaan Hari Raya Idul Fitri dan tidak maksimalnya penerapan protokol kesehatan di lingkungan keluarga.

Hal ini akan diketahui dalam waktu satu minggu atau sepuluh hari kedepan yang dimungkinkan terdapat lonjakan pasien Covid-19 sebagai akibat kluster lebaran. Sebagai perbandingan, satu minggu sebelum lebaran terdapat 248 kasus dan jumlah yang sama untuk satu minggu sebelumnya.

Bupati juga menyampaikan jumlah tenaga kesehatan yang sudah mendapatkan vaksin lengkap ada 8.408 orang, melebihi target Dinas Kesehatan sebanyak 5.802 orang. Kemudian untuk pelayan publik yang sudah mengikuti vaksin pertama sebanyak 14.885 orang dan sudah divaksin lengkap ada 6.812 orang, serta menunggu vaksin kedua ada 8.073 orang, dengan total sudah tervaksin lengkap sebanyak 6.812 orang dari target 73.782 orang.

Untuk lansia yang sudah mengikuti vaksin tahap pertama sebanyak 25.689 orang, kemudian tervaksin lengkap 19.639 orang, dan menunggu vaksin kedua 6.050 orang, dengan target tervaksin lengkap sebanyak 140.975 orang. (Sit)

BERITA REKOMENDASI