Variasi Motif, Kolaborasi Lurik dan Batik Terobosan Ditengah Pandemi

KLATEN, KRJOGJA.com – Selama pandemi Covid 19, para pengrajin kain lurik di Desa Tlingsing Cawas Klaten mengalami penurunan produksi sampai 70 persen. Dalam kondisi terdampak ini diantara pengrajin ada yang memanfaatkan untuk meningkatkan kualitas maupun variasi motif.

Salah satunya dilakukan Nurul Chotimah (51), pengrajin lurik klasik. Ia secara berani melakukan kolaborasi motif antara lurik dengan batik yang disebut Luba. Inovasi ini dimaksudkan untuk mendongkrak daya tarik lurik yang selama ini banyak dikenal dengan motif konvensional.

“Sebagian waktu luang di tengah pandemi saya mencoba membuat kolaborasi lurik dan batik. Motif batik yang muncul di kain liurik ada yang dibuat tulis dengan canting, cap maupun printing,” jelas Nurul saat menerima kunjungan lapangan tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Selasa (15/9/2020).

BERITA REKOMENDASI