Volume Dua Waduk di Karanganyar Menurun Drastis

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Akibat penurunan drastis volume air Waduk Tirto Marto Delingan dan Waduk Lalung, komunitas sukarelawan kebencanaan tak bisa lagi mengandalkannya untuk berlatih penyelamatan kecelakaan air. Mereka bergeser ke fasilitas irigasi lainnya seperti di Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri dan Waduk Cengklik, Boyolali. 

"Jika volume air waduk di Karanganyar stabil, kami biasanya latihan water rescue sebulan sekali dengan mengajak komunitas sukarelawan kebencanaan lainnya. Biasanya di Waduk Tirto Marto Delingan. Tapi, sekarang tidak bisa lagi karena mulai dangkal," kata Komandan Umum SAR Karanganyar, Prihanto melalui Wakabid Ops M Rasyid Al Fauzan, Selasa (26/09/2017). 

Di Waduk Tirto Marto Delingan, volume sekarang tak sampai separuh kapasitas total 4,2 juta meter kubik. Rasyid mengatakan, dibutuhkan volume cukup agar latihan di lokasi itu efektif. Air melimpah di lokasi latihan tak hanya membantu mengasah kemampuan sukarelawan, namun juga mendukung cek peralatan. "Butuh juga manasi mesin kapal karet. Kalau di air dangkal enggak bisa,” katanya. 

Dia melihat problem serupa di Waduk Lalung, yang kini mulai mengering. Komunitasnya menunda berlatih di dua waduk itu sampai suplai air ke fasilitas irigasi itu benar-benar cukup."Satu alasan lagi, meski masih tersisa air, tidak enak dengan masyarakat setempat. Musim ini, waduk penuh dengan orang mencari ikan. Mereka menjala dan memancing. Bisa repot kalau terlalu 'crowded'," katanya. 

Meski tak bisa lagi mengandalkan latihan di dua waduk buatan di Karanganyar itu, namun latihan rutin tak boleh mandek. Personel sukarelawan selain mengikuti latihan berenang terjadwal di Kolam Renang Intanpari juga mengadakan latihan gabungan di Waduk Gajah Mungkur dan Waduk Cengklik. (Lim)

BERITA REKOMENDASI