Volume Terus Menggunung, Pemkab Sukoharjo Berencana Tambah Truk Sampah

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Penambahan armada truk pengangkut sampah akan dilakukan oleh Pemkab Sukoharjo. Hal itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pengangkutan sampah masyarakat. Sebab armada yang ada sekarang dianggap masih kurang. Proses sekarang sudah masuk tahap pengadaan lelang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo Agustinus Setiyono, Senin (19/8/2019) mengatakan, kebutuhan penambahan armada truk pengangkut sampah memang sangat tinggi. Sebab truk yang ada sekarang masih belum mampu memenuhi kebutuhan. Hal itu disebabkan baik dari sisi jumlah masih kurang maupun kondisi truk sering mengalami kerusakan.

Baca Juga: Mengadu Anies dan Risma Soal Sampah, Pantaskah?

Kondisi tersebut menyebabkan terjadinya banyak kendala dalam proses pengangkutan sampah buangan masyarakat. Akibatnya terjadi penumpukan sampah dibeberapa wilayah. Selain itu untuk mengatasi masalah lainnya, DLH Sukoharjo terpaksa mengerahkan petugasnya kerja lembur agar sampah tidak mencemari lingkungan.

DLH Sukoharjo sekarang total memiliki sekitar 25 armada truk pengangkut sampah. Satu unit diantaranya merupakan truk baru hasil pemberian Pemkab Sukoharjo sekitar tahun 2017/2018. Sedangkan 24 truk sisanya merupakan armada lama yang sebagian besar kondisinya sudah tua. 

Jumlah 25 armada truk pengangkut sampah dinilai DLH Sukoharjo masih cukup jauh dari ideal. Sebab kebutuhan rata rata daerah bisa di atas 30 truk. Meski kurang namun keberadaan kendaraan yang ada sekarang tetap dimaksimalkan.

“Pemkab Sukoharjo berencana melakukan penambahan truk pengangkut sampah. Sekarang masih proses lelang dan kami harap segera selesai karena kebutuhan tambahan armada sangat mendesak sekarang,” ujarnya.

Diperkirakan ada cukup banyak armada truk pengangkut sampah yang akan disediakan Pemkab Sukoharjo. Namun kepastianya masih menunggu proses lelang selesai. Untuk sementara DLH Sukoharjo masih memaksimalkan keberadaan 25 truk pengangkut sampah yang ada.

“Bisa kita tetap mempertahankan angka 25 truk tanpa harus menambah lebih banyak. Tapi perlu mengganti truk tua dengan baru atau meremajakan. Sebab sistem truk sampah sekarang lebih modern tidak perlu banyak tenaga manusia dan cukup satu atau dua orang saja truk bisa mengangkut kontainer yang sudah penuh sampah,” lanjutnya. 

Sistem kontainer sekarang sedang menjadi pilihan masyarakat dalam menempatkan tempat pembuangan sampah. Sebab dianggap praktis dan tidak memerlukan banyak tempat. Kontainer sampah bisa diadalan sendiri maupun melakukan perjanjian kerjasama dengan DLH Sukoharjo. 

“Misal di kantor pemerintahan di Pemkab Sukoharjo ada beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) menggunakan kontainer sebagai tempat pembuangan sampah. Begitu penuh maka bisa langsung diangkut menggunakan truk DLH,” lanjutnya. 

DLH Sukoharjo dalam mengurai masalah sampah tidak sebatas melakukan pengangkutan dan pembuangan saja. Namun juga menekankan kepada masyarakat untuk melakukan pengelolaan bersama. Artinya sampah hasil buangan tidak harus dibuang semua namun dapat dimanfaatkan. 

Pengelolaan sampah dilakukan DLH Sukoharjo dengan melibatkan masyarakat membentuk bank sampah disejumlah wilayah. Keberadaanya sangat penting tidak hanya mampu mengurangi volume sampah buangan namun juga memberdayakan masyarakat untuk mendapatkan tambahan uang penghasilan.(Mam)

BERITA REKOMENDASI