Wabup Minta Perhatian PT TIV Tak Hanya di Sub DAS Pusur

Editor: Ivan Aditya

KLATEN , KRJOGJA.com – Wakil Bupati Klaten Yoga Hardaya mengingatkan agar perhatian PT Tirta Investama (TIV) tidak hanya di Sub Das Pusur atau sekitar pabrik saja.

“Perhatian PT TIV jangan hanya di Kali Pusur. Dulu hanya di Polanharjo saja, lalu di Juwiring. Jangan sampai ada protes baru diperhatikan,” kata Wakil Bupati saat acara pemaparan hasil penelitian dan komitmen perlindungan habitat burung hantu di landscape sub DAS Pusur, bertempat di ruang rapat C2, Selasa (19/10/2021).

Lebih lanjut Wakil Bupati minta agar PT TIV ikut serta mengatasi permasalahan petani di Klaten. Yakni dengan pengadaan burung hantu sebagai predator untuk mengatasi hama tikus, serta melakukan penghijaun dengan berbagai jenis pohon yang bisa menahan air, sehingga ekosistem terjaga.

Bupati menjelaskan, masyarakat miskin di Klaten rata-rata adalah para petani penggarap. Mereka berpenghasilan sangat rendah, apalagi kalau tanaman padi diserang hama. “Satu patok sawah biaya garap Rp 1,5 juta. Panen kalau pas bagus laku Rp 5 juta. Berarti laba hanya Rp 3, 5 juta dibagi dua dengan pemilik sawah. Berarti penggarap hanya kebagian Rp 1.750.000 itu dibagi selama empat bulan padi baru bisa panen. Pendapatan petani ini sangat minim,” jelas wakil Bupati.

Hingga saat ini baik petani, Dinas Pertanian maupun para ahli pertanian belum bisa mengendalikan hama tikus, sehingga asurasni pertanian, jebolnya juga karena hama tikus tersebut. “Mari kita bantu petani agar hasilnya maksimal, dengan mengembangkan predator hama tikus, pengadaan burung hantu,” tambah Wakil Bupati.

Kepala Pabrik Aqua (PT TIV) Klaten, I Ketut Muwaranata terkait hal tersebut mengemukakan, pembelian burung hantu merupakan bagian dari program yang bisa didiskusikan dengan berbagai pihak. Menyesuaikan kebutuhan di lapangan, apakah nantinya memang arahnya ke jumlah burung, jumlah sarang atau bisa jadi pada tanaman tempat burung hantu bersarang/penghijauan.

“Kita lihat, secara prinsip kita siap support, kemudian nanti bisa kita lihat kebutuhanya sebesar apa. Jika tidak bisa dilakukan sekaligus ya bisa kita lakukan secara bertahap,” kata I Ketut Muwaranata.

Selain itu I ketut Muwaranata mengatakan, untuk membatu mengangkat derajat petani di Klaten, menjadi tanggungjawab multi pihak. Artinya, cakupan pertanian di Klaten cukup besar, sehingga para pihak tidak hanya industri sendiri. Jika hanya mengandalkan industri, akan lambat pergerakanya. Dengan demikain semua pihak perlu digandeng. (Sit)

BERITA REKOMENDASI