Warga Gambiran Cemani Tolak Pendirian Tower

SUKOHARJO (KRjogja.com) – Warga Dukuh Gambiran, Desa Cemani, Kecamatan Grogol menolak pendirian tower telekomunikasi. Penolakan dilakukan dengan mendatangi balai desa serta mengawal proses mediasi dengan pihak pemilik tower. Dalam proses mediasi tersebut pihak desa sempat melarang wartawan meliput dan meminta ke luar ruangan.

Aksi penolakan pendirian tower telekomunikasi dilakukan puluhan warga pada Kamis (25/8/2016). Warga menolak karena tidak ada sosialisasi dari pemilik tower telekomunikasi. Selain itu juga dikarenakan dilingkungan warga sudah ada tower berdiri.

Salah satu warga Gambiran, Cemani, Grogol, Suryati mengatakan, penolakan warga dilakukan setelah dikagetkan dengan datangnya banyak besi yang diduga sebagai rangka pendirian tower telekomunikasi. Warga kaget karena sebelumnya tidak diberikan sosialisasi atau penjelasan sama sekali baik dari pihak desa maupun pemilik tower.

Rencananya tower telekomunikasi akan berdiri disebuah lahan kosong milik warga yang tinggal di luar daerah. Warga setempat bersikeras menolak rencana pendirian tower telekomunikasi tersebut.

“Di belakang rumah saya sudah berdiri tower dan sekarang ada rencana mendirikan tower lagi di depan rumah saya. Jelas saya menolak karena tidak ada sosialisasi dan takut ada bahaya,” ujarnya.

Suryati mengaku penolakan sudah bulat karena rumahnya berada di wilayah terdekat dengan rencana pendirian tower. Suryati takut terjadi radiasi atau dampak lain yang bisa membahayakan dirinya dan keluarganya.

Warga Gambiran, Cemani, Grogol, Halimah menambahkan, ada sekitar 80 warga lebih yang menolak rencana pendirian tower telekomunikasi dengan menandatangani surat penolakan. Pendirian tower selain belum disosialisasikan ke warga juga belum memiliki izin pendirian bangunan.

“Warga sudah bertanya ke pihak desa dan kecamatan katanya pendirian tower itu memang belum ada izinya,” ujarnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI