Warga Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Kondisi jalan penghubung sangat dikeluhkan warga  Desa Kendel, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Kondisi jalan  penghubung antar desa dianggap sangat menghambat aktivitas dan perekonomian warga.

Menurut tokoh pemuda Desa Kendel, Jumiko, mengatakan kondisi jalan tersebut  rusak parah yang melewati ini harus ekstra hati-hati dan sering terjadi  kecelakaan. Padahal jalan penghubung Desa Kendel dengan Desa Sumber Agung,  Kecamatan Klego cukup ramai dilalui warga.“ Ini jalan penghubung antar desa,  selain itu juga bisa membahayakan para pengguna jalan bahkan sering terjadi  kecelakaan,” ujar Jumiko, Selasa (13/10/2020).

Dikatakannya, berangkat dari rasa resah dan prihatin karena tiap hari sering  terjadi kecelakaan di jalan itu, Ia mengajak warga sekitar untuk menyisihkan  rezeki untuk membeli material.” Kami kerjakan secara gotong royong kerja  bakti bersama sama dan ternyata antusias masyarakat begitu banyak  baik yang  menyumbang material maupun tenaga,” kata dia.

Pihaknya bersyukur akhirnya warga Desa Kendel, Kecamatan Kemusu antusias  berpartisipasi membangun jalan. Pembangunan jalan 200 meter ini murni hasil  swadaya pemuda dan masyarakat Desa Kendel. Warga menyumbang uang yang  bervariasi antara Rp 10 ribu hingga Rp100 ribu.” Kami membangun jalan  ini, karena sebagai jalan utama yang dilintasi masyarakat sering terjadi  kecelakaan,”

Diharapkan, setelah pembangunan atau betonisasi jalan selesai maka bisa  menggerakkan Pemdes Kendel dan Sumber Agung untuk melanjutkan program  tersebut. Bahkan, warga bakal mengusulkan pembangunan lanjutan pada kedua  pemdes tersebut.

Sementara Kepala Desa (Kades) Kendel, Kecamatan Kemusu, Kusmanto menyambut  positif peran serta warganya membangun jalan. Pasalnya, jalan tersebut sangat  vital bagi kegiatan ekonomi masyarakat. Termasuk bagi warga yang akan bekerja  di luar desa. “Kami pernah mengusulkan pembangunan bersama dengan Pemdes Sumber Agung. Dana  dari sana sedangkan tenaga dar Pemdes Kendel, namun belum ada titik temu.” ( *_1/Sit)

BERITA REKOMENDASI