Warga Keluhkan Debit Kecil dan Air PDAM Kotor

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com –  Pelanggan PDAM Sukoharjo di wilayah Kecamatan Kartasura mengalami kesulitan mendapatkan air sejak beberapa hari terakhir. Debit air yang mengalir sangat kecil dan kotor. Bahkan aliran air sempat mati hingga membuat warga terpaksa membeli air galon untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. 

Warga Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura Budiyanto, Sabtu (26/10/2019) mengatakan, aliran air PDAM Sukoharjo sejak satu minggu mengalami masalah karena debit sangat kecil. Kondisi semakin parah pada Jumat (25/10/2019) aliran air mati total sekitar pukul 13.30 – 16.00 WIB. Aliran PDAM ke rumah warga atau pelanggan kemudian menyala kembali namun kondisi air yang keluar sangat keruh atau kotor. 

Aliran air PDAM kemudian kembali mati pada Sabtu (26/10) sekitar pukul 04.00 WIB. Selang tidak lama air kembali mengalir namun kondisinya tetap masih keruh dan kotor. 

Kondisi tersebut membuat warga khususnya pelanggan PDAM Sukoharjo mengeluh. Sebab air keruh dan kotor tidak bisa dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Bahkan untuk minum warga pelanggan PDAM Sukoharjo terpaksa membeli air mineral kemasan galon. 

“Aliran air PDAM Sukoharjo sangat kecil sejak beberapa hari terakhir dan sempat mati kemudian nyala lagi namun air yang keluar kotor,” ujarnya. 

Warga Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura Wahyu mengatakan hal yang sama. Pihaknya sudah mengadukan masalah ke PDAM Cabang Kartasura. Sebagai pelanggan, Wahyu meminta debit aliran air PDAM Sukoharjo kembali diperbesar dan bersih. 

“Air kotor tidak bisa dikonsumsi saya terpaksa beli air galon untuk kebutuhan minum,” ujarnya. 

Kecilnya debit air juga membuat repot pelanggan karena harus selalu terjaga untuk mengisi bak mandi. Apabila tidak dilakukan maka terancam tidak bisa memiliki air. 

Kepala Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura Dwi Mogol Nuryanto mengaku mengalami hal sama. “Banyak warga yang mengadukan masalah ini dan sudah kami sampaikan ke pihak PDAM Sukoharjo,” ujarnya. 

Kepala Cabang PDAM Kartasura Sutono mengatakan, aliran air PDAM sempat mati karena ada perbaikan pipa distribusi di bagian produksi. Sedangkan air kotor disebabkan karena faktor proses pencucian pipa. Penyebab lainnya disebakan karena dampak kemarau panjang. “Debit air sudah kami perbesar namun memang air keluar kotor karena usai perbaikan,” ujarnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI