Warga Klaten Tenun Kain Lurik Khusus untuk Jokowi

Editor: Ivan Aditya

KLATEN, KRJOGJA.com – Mengapresiasi seruan Presiden RI Jokowi kepada masyarakat untuk mencintai produk Indonesia, pelaku UMKM di Klaten membuat desain lurik khusus yang akan dipersembahkan untuk Presiden dan Ibu Negara Iriana Jokowi. Kain tersebut dibuat secara tradisional menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM).

Pelaku UMKM di Bayat Klaten, Rahayu Retnaningsih mengemukakan seruan Presiden Jokowi untuk cinta produk Indonesia tersebut menjadi penyejuk UMKM pada masa sulit akibat pandemi sekarang ini. Sebagai ungkapan kebahagaian dengan progam Presiden tersebut, ia kini membuat desain ekslusif lurik ATBM untuk pasangan orang nomor satu di Indonesia tersebut.

Rahayu belum membeberkan secara gamblang seperti apa desain lurik istimewa tersebut, namun ia mengatakan jika akan didominasi warga hitam putih, sesuai dengan warna yang sering dikenakan Presiden Jokowi. Ada tiga alat yang harus digunakan untuk membuat kain lurik khusus dengan kualitas prima tersebut.

“Kualitas tidak mengecewakan, karena kami juga sudah ekspor lurik ini ke India. Sudah ada dua motif yang jadi, hitam putih dan kuning putih. Belum tahu apakah itu nanti yang akan kami pilih atau bukan, karena sekarang masih membuat alternatif desain lainya,” kata Rahayu Retnaningsih pemilik Ratu Lurik, Minggu (07/03/2021).

Lebih lanjut Rahayu menjelaskan, ia tetap memilih alat tenun bukan meisn (ATBM) untuk memproduksi kain lurik. Hal ini untuk melestarikan budaya asli Indonesia dan warisan nenek moyang, khususnya dari wilayah Klaten.

Selain itu, juga untuk tetap memberikan lapangan kerja bagi para penenun tradisional. Dengan alat tradisional tersebut, ia yakin tetap mampu eksis dan bersaing di pasar internasional.

“Kami senang pak Jokowi menyerukan cintai produk Indonesia. Sekarang justru banyak yang menginginkan produk buatan tangan. Konsumen memiliki kebanggaan tesendiri dengan mengenakan hasil produk warisan leluhur ini. Mereka yang datang ke showroom kami ajak langsung melihat prosesnya sehingga tahu bagaimana rumitnya membuat sepotong kain lurik ATBM,” jelas Rahayu pula. (Sit)

BERITA REKOMENDASI