Warga Lereng Merapi Mulai Kesulitan Air Bersih

Editor: Agus Sigit

BOYOLALI, KRjogja.com – Sejak Enam bulan terakhir, warga yang berada disisi timur Gunung Merapi di Dukuh Pulerejo RT 002 Rw 001, Desa Lanjaran, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah mulai kekurangan air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga lereng Gununh Merapi hanya mengandalkan bantuan droping air, sedangkan warga yang mampu membeli air bersih dalam tangki.

Menurut, warga Dukuh Pulerejo, Desa Lanjaran Priyono selama Enam bulan ini mulai kekeringan atau kekurangan air bersih untuk kebutuhan sehari hari. Kebutuhan sehari hari itu mulai untuk cuci pakaian, mandi, memasak serta untuk kebutuhan ternak.

“Ya, sudah tiga bulan ini kekurangan air bersih. Disini hanya menunggu dari hujan dan membuat tandon air saja, kalau nggak begitu nggak punya air, “katanya saat ditemui wartawan,Senin (6/9/2021).

Selama musim kemarau,kata dia, untuk mendapatkan air bersih dengan cara membeli seharga Rp130 ribu mendapatkan 8.000 liter air atau satu tangki.

“Harga naik turun,terkadang Rp 130 ribu pertangki nya. Tapi terkadang lebih. Kalau kemarau panjang bisa sampai Rp150 ribu sampai Rp180 ribu,”jelas Priyono.

Ia mengangku,mendapatkan bantuan air bersih dari anggota dewan partai Demokrat Boyolali ini cukup membantu.

“Bantuan air bersih ini cukup membantu dan meringankan warga disini,”ujar dia.

Sementara,Ketua DPC Partai Demokrat Boyolali, Dwi Purwanto mengatakan, bantuan air bersih ini di tiga kecamatan,yakni wilayah kecamatan Tamansari,Musuk dan Kecamatan Wonosegoro.

“Sasaran bantuan air bersih ini untuk warga yang benar benar kekurangan air. Semoga dengan bantuan air ini dapat meringankan beban warga di tiga kecamatan di Boyolali,”ungkapnya singkat.(M-2)

 

BERITA REKOMENDASI