Warga Protes Pencemaran Limbah PT RUM

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Ratusan warga dari enam desa di Kecamatan Nguter protes pencemaran limbah pabrik PT Rayon Utama Makmur (RUM). Warga meminta kepada pihak perusahaan untuk menghentikan sementara operasional pabrik sampai masalah terselesaikan.

Koordinator aksi Tri Wahyudi, Kamis (30/11/2017) mengatakan, enam desa terdampak pencemaran limbah PT RUM yakni warga di Desa Plesan, Desa Celep, Desa Juron, Desa Gupit, Desa Pengkol dan Desa Serut. Pencemaran limbah sudah terjadi cukup lama dan belum teratasi sampai sekarang.

Warga dari enam desa sebelumnya sudah pernah melakukan protes kepada pihak perusahaan. Hasilnya PT RUM bersedia melakukan penanganan masalah. Namun kenyataanya pencemaran limbah tetap terjadi dan membuat warga terpaksa melakukan aksi kali kedua pada Kamis (30/11/2017).

Limbah yang dikeluhkan warga yakni berupa pencemaran udara berupa bau tidak sedap atau busuk. Diduga pencemaran terjadi saat pabrik sedang beroperasi atau produksi. Limbah lainnya yakni dikeluhkan yakni berupa cairan yang dibuang melalui saluran air.

“Sebelumnya saat aksi pertama beberapa waktu lalu PT RUM sudah menandatangani kesepakatan bersama warga dan itu belum dilaksanakan. Tapi sekarang sudah muncuk keluhan pencemaran limbah lagi,” ujarnya.

Harianto peserta demo mengatakan, pencemaran limbah membuat warga tidak nyaman. Sebab bau busuk sangat menyengat dan mengganggu. Warga kesulitan bernafas dan harus menahan bau busuh menyengat.

Direktur Umum PT RUM Mochamad Rachmat mengatakan, pihaknya siap memenuhi tuntutan warga. Salah satunya berkaitan dengan permintaan warga agar PT RUM memasang alat detector untuk mendeteksi pencemaran. PT RUM sudah berusaha mendatangkan alat detector dari Jakarta sesuai permintaan warga. “Kita pesan dulu dan alat tidak langsung datang. Detektor kami datangkan sesuai permintaan warga,” ujarnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI