Warga Selo Mengarak Kepala Kerbau ke Puncak Merapi

Editor: Ivan Aditya

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Peringatan pergantian tahun Baru Islam atau tepat tanggal 1 Sura dalam kalender Jawa, warga di kaki Merapi menggelar Sedekah Gunung yakni prosesi adat dengan melarung berbagai uba rampe di puncak Merapi, Rabu (20/09/2017). Dalam tradisi yang sudah berlangsung turun-temurun tersebut warga mengarak kerbau untuk selanjutnya disembelih dan kepalanya akan dibawa ke puncak Merapi.

Sebelum prosesi utama tersebut, pemuka adat mendongengkan cerita tentang Merapi yang selama bergenerasi menaungi masyarakat Selo, agar cerita tersebut tetap lestari di tiap generasi. Syair dan kidung dari babad kuna dilagukan dalam khidmat, doa-doa didengungkan dalam kekhusyukan oleh sesepuh dan ribuan warga yang mengikuti ritual sebelum mengkirabkan berbagai sesaji ke puncak Merapi.

Kepala Desa Lencoh, Sumardi mengatakan, ritual Sedekah Gunung ini ditujukan sebagai salah satu bentuk syukur atas keberkahan warga di sekitar Merapi. Ritual juga dilakukan sebagai permohonan keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa dari berbagai bencana, khususnya dari Gunung Merapi, tempat mereka hidup selama bergenerasi.

“Gunung yang memberi keberkahan melalui alamnya, sekaligus memberikan mereka kewaspadaan dari ancaman letusannya. Harapan agar warga Selo yang sebagian besar petani di lereng Merapi dijauhkan dari mara bahaya dan bencana," katanya.

Sementara Wakil Bupati Boyolali, M Said Hidayat mengatakan, prosesi ini adalah bentuk pelestarian budaya dan tradisi, kearifan lokal yang mesti dipertahankan hingga generasi mendatang. Tradisi ini juga merupakan bentuk keguyuban dan rasa kekeluargaan antara seluruh pihak, baik warga maupun pemerintah. (Gal)

BERITA REKOMENDASI