Warga Sukoharjo Menjerit, Harga Bawang dan Cabai Meroket

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Harga bawang putih dan cabai mengalami kenaikan paling mencolok dibanding bahan pangan lainnya. Penyebabkan karena pasokan dari petani terbatas dan khusus bawang putih masih mengandalkan barang impor dari China. Terlebih lagi kondisi sekarang China sedang terjadi penyebaran virus Corona.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo Sutarmo, Kamis (6/2/2020) mengatakan, harga bawang putih mengalami kenaikan secara bertahap mulai Januari hingga awal Februari ini. Kenaikan paling tinggi terjadi pada bawang putih jenis kating. Harga sebelumnya pada Januari lalu dipatok sekitar Rp 30 ribu per kilogram bulan lalu naik menjadi Rp 48 ribu per kilogram di awal Februari dan sekarang Rp 55 ribu per kilogram.

Harga bawang putih naik sebesar Rp 7 ribu per kilogram dan diperkirakan kenaikan masih akan terjadi. Sebab bawang putih di pedagang disuplai tidak hanya dari petani lokal namun juga mengandalkan barang impor dari China.

Kenaikan harga bawang putih jenis honan juga mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp 32 ribu per kilogram menjadi Rp 40 ribu per kilogram. Artinya ada kenaikan Rp 8 ribu per kilogram untuk harga sekarang.

“Harga bawang putih naik 25,0 persen untuk bawang putih jenis honan dan 14,0 persen untuk bawang putih jenis kating,” ujarnya.

Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo terus memantau stok bawang putih di pedagang. Sebab kebutuhan masih mengandalkan pasokan dari luar.

“Perdagangan dari kiriman luar negeri kami pantau terus terlebih lagi sekarang di China sekarang ramai kasus virus corona,” lanjutnya.

Harga bawang merah sendiri tidak terlalu terpengaruh dan masih stabil pada kisaran Rp 26 ribu per kilogram. Stok barang juga aman setelah mendapat pasokan dari petani lokal.

“Bawang merah stok masih melimpah dari petani lokal Sukoharjo dan Brebes. Tapi untuk bawang putih masih mengandalkan kiriman dari luar,” lanjutnya.

Kenaikan harga bahan pangan juga terjadi pada cabai sejak beberapa hari terakhir. Kenaikan paling tinggi cabai rawit merah dari sebelumnya Rp 65 ribu per kilogram menjadi Rp 70 ribu per kilogram, cabai rawit merah besar Rp 55 ribu per kilogram naik menjadi Rp 60 ribu per kilogram, cabai merah kriting stabil Rp 60 ribu per kilogram. Sedangkan harga cabai rawit hijau justru turun dari Rp 35 ribu menjadi Rp 30 ribu per kilogram.

“Harga bahan pangan khususnya jenis sayuran mengalami perubahan lebih disebabkan faktor cuaca sudah musim hujan,” lanjutnya.

Lurah Pasar Ir Soekarno Widadi Nugroho mengatakan, kenaikan harga bahan pangan paling mencolok hanya cabai dan bawang putih. Kenaikan dipicu karena stok barang di pedagang terbatas akibat suplai pedagang minim. Meski demikian kenaikan harga diluar kendali masih belum terjadi.

“Kami pantau terus khususnya menyangkut stok barang. Harga cabai dan bawang putih paling mencolok terpengaruh kondisi cuaca musim hujan. Suplai dari petani terbatas,” ujarnya.

Pedagang Pasar Kartasura Sugeng mengatakan, stok bawang putih masih ada namun mengalami penurunan drastis. Kiriman barang dari pengepul mengalami pengurangan sebelum diterima pedagang. Apabila sebelumnya menerima kiriman sebanyak 2 karung dengan masing masing karung berisi 25 kilogram maka sekarang tinggal satu karung saja.

“Harga bawang putih terus naik. Sama dengan cabai. Tapi untuk cabai karena pengaruh cuaca sering hujan. Akibatnya petani lokal banyak gagal panen. Tapi bawang putih masih disuplai dari impor,” ujarnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI