Wartawan Gadungan Peras Kades Paluhombo

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Percobaan pemerasan dilakukan oknum mengaku wartawan gadungan dengan meminta uang sebesar Rp 25 juta kepada Kepala Desa (Kades) Paluhombo, Kecamatan Bendosari, Juwanti (51). Oknum wartawan dengan inisial YA mengancam korban akan menyebarkan informasi mengenai dugaan pelanggaran penggunaan ijazah palsu. Korban belum memberikan uang sesuai permintaan oknum wartawan dan sudah meminta perlindungan pada aparat keamanan.

Kepala Desa (Kades) Paluhombo, Kecamatan Bendosari, Juwanti (51), Senin (9/9) mengatakan, beberapa waktu lalu YA yang mengaku sebagai oknum wartawan mendatangi mantan Kepala Desa Paluhombo, Bendosari Mulyadi menyampaikan bahwa ijazah SMP milik Juwanti palsu. YA meminta kepada Mulyadi untuk menyampaikan hal tersebut kepada Juwanti.

Dalam penyampaian YA juga meminta uang kepada Juwanti sebesar Rp 25 juta agar kabar ijazah palsu tidak disebar di media. YA sengaja meminta Mulyadi karena masih memiliki hubungan saudara dengan Juwanti. Permintaan YA disanggupi Mulyadi dan disampaikan ke Juwanti.

Juwanti mengaku kaget mendengar kabar dari Mulyadi mengenai adanya oknum wartawan yang mempermasalahkan ijazahnya. Juwanti tidak memperdulikannya dan membiarkan ancaman YA yang meminta uang sebesar Rp 25 juta.

Merasa tidak dipedulikan membuat YA kemudian mendatangi Juwanti di rumah dan kantornya. YA bahkan mengeluarkan ancaman berulang kali terhadap Juwanti untuk segera memberikan uang agar kasus ijazah palsu tidak tersebar di media.

Juwanti mengatakan, atas ancaman dari oknum wartawan gadungan tersebut sudah meminta perlindungan pada aparat keamanan. Juwanti mengaku belum melaporkan secara resmi kasus tersebut kepihak kepolisian. 

"Oknum wartawan itu terus memaksa dan mengancam saya untuk menyetorkan uang Rp 25 juta. Saya bilang silahkan diberitakan karena tidak ada yang salah dengan ijazah saya. Karena merasa benar maka saya tidak mau memberikan uang pada oknum wartawan tersebut," ujarnya.

Dalam menjalankan aksi percobaan pemerasan oknum wartawan gadungan memanfaatkan id card yang dikeluarkan aparat keamanan resmi saat acara kunjungan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo beberapa waktu lalu. Juwanti mengatakan keberadaan id card tersebut disalahgunakan oleh oknum wartawan untuk meminta uang.

"Saya himbau pada Kades lain apabila menemui oknum wartawan gadungan YA untuk lebih hati hati karena seperti saya alami menerima ancaman dan memeras meminta uang maka," lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI