WNI di Wuhan Minta Masyarakat Jangan Panik Berlebihan Soal Virus Korona

Editor: KRjogja/Gus

KLATEN, KRJOGJA.com – Mahasiswi Warga Negara Indonesia (WNI) asal Desa Malangan, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, Hilyatu Millati Rusdiyah (33), yang saat ini masih tertahan di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China meminta masyarakat Indonesia untuk tidak panik berlebihan menyikapi merebaknya virus korona. Pemerintah Indonesia masih terus berupaya mengevakuasi semua WNI keluar dari China. 

"Kami di sini (Kota Wuhan) baik-baik saja. Pemerintah Indonesia sedang mengupayakan yang terbaik untuk kami. Kami mohon keluarga di Indonesia dan masyarakat tidak panik berlebihan, karena yang terjadi di sini tidak seperti yang dibayangkan. Semua masih aman terkendali," ujar Hilyatu kepada awak media melalui sambungan telephone saat dihubungi suaminya, Ahmad Syaifuddin Zuhri (35), di Klaten, Selasa (28/1/2020).

Informasi terakhir (Selasa, 28/1/2020, hingga pukul 10:41 WIB), kata Hilyatu, korban terinfeksi virus korona ada sekitar 4500 jiwa dan yang meninggal dunia ada 101 jiwa. Sementara sampai saat ini tidak ada laporan WNI yang terinfeksi virus Korona. Pemerintah Indonesia masih berupaya mencari jalan untuk mengevakuasi WNI keluar dari China. Hanya saja saat ini Provinsi Hubei yang terdiri dari 13 kota masih dalam karantina.

"Di Provinsi Hubei, total mahasiswa WNI ada sebanyak 252 mahasiswa. Kalau di Kota Wuhan ada 93 mahasiswa. Semua dalam kondisi sehat. Tidak ada laporan terjadi gejala-gejala yang digambarkan seperti virus korona," ujar Hilyatu. 

Hilyatu merupakan mahasiswi di Chongqing University, Kota Chongqing. Selama disana ia tinggal bersama suami dan anaknya yang masih berusia dua tahun di sebuah apartemen di Kota Wuhan. Namun semenjak ditinggal pulang suami dan anaknya ke Indonesia, disusul marebaknya virus korona di kota tersebut, kini aktivitas Hilyatu hanya dilakukan di dalam apartemen.

"Saya masih di apartemen (di Wuhan). Sejak saya ditinggal suami (pulang ke Indonesia) tanggal 9 Januari 2020, saya keluar apartemen hanya dua kali, beli beras dan kemarin beli roti. Semua aktivitas di dalam ruangan. Kebutuhan logistik terpenuhi dan tidak ada kelangkaan. Toko-toko, restoran sudah buka," ujar Hilyatu. 

Sementara itu, Ahmad Syaifuddin Zuhri, mengatakan, dirinya terus berkomunikasi dengan sang istri melalui sambungan telephone. Keluarga terus berdoa yang terbaik. Dikatakan, istrinya tak ikut pulang ke Indonesia saat itu karena masih konsentrasi menyelesaikan tugas kuliah. Sedangkan kepulangan Ahmad bersama anaknya ke Indonesia karena libur kuliah musim dingin. Ahmad sendiri kuliah di Central China Normal University, Kota Wuhan.
 
"Rencana saya kembali ke Wuhan bulan Maret 2020 (jika kondisi normal). Namun kemarin setelah (Kota Wuhan) ditutup, kita dapat konfirmasi dari pihak kampus dan pihak maskapai kalau liburan musim dingin ini diperpanjang, tapi tidak tahu sampai kapan, masih menunggu informasi lebih lanjut dari pihak kampus," ujarnya. 

Saat ini Ahmad bersama anaknya berlibur di rumah mertuanya (orang tua Hilyatu) di Desa Malangan, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Semenjak menikah, Hilyatu telah pindah domisili ikut suaminya di daerah Tlogosari, Pedurungan, Semarang, Jawa Tengah. 

Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Klaten menerjunkan tim untuk memeriksa kesehatan Ahmad dan anaknya. Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang, Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, Dinkes Kabupaten Klaten, Wahyuning Nugraheni, memastikan Ahmad dan anaknya dalam kondisi sehat dan tidak ada tanda-tanda penyakit terkait dengan virus korona.(Lia)

 

BERITA REKOMENDASI