WOM Finance Selenggarakan Seminar Literasi Keuangan

Editor: Ivan Aditya

KLATEN (KRjogja.com) – Meskipun perkembangan jaman telah masuk pada tahapan digital namun ternyata masih juga banyak masyarakat di daerah yang kurang memahami dunia jasa keuangan atau perbankan yang aman. Akhirnya tidak sedikit yang terjebak dalam perputaran rentenir atau lintah darat yang membawa iming-iming meminjamkan uang dengan bunga dan ketentuan tak jelas.

Ketergantungan pada rentenir inilah yang coba diminimalisir oleh PT Wahana Ottomitra Multiartha (WOM) Finance dengan menggelar seminar kewirausahaan bersama masyarakat bertempat di SMK Rota 1 Bayat Klaten, Jumat (16/09/2016) sore. Dalam seminar yang diisi materi dari pembicara Andri Setiawan Marketing Division WOM dan Pandhit Adinugraha pengusaha Tees On Jogja masyarakat Bayat diajak untuk cermat dalam pengelolaan uang dan menghindari hutang konsumtif.

Di hadapan sekitar 70-an warga Bayat, Pandhit Adinugraha menyampaikan bahwa merintis usaha pada awal mulanya pasti memiliki resiko yang tidak kecil. Pengusaha tidak jarang terjebak hutang pada lembaga keuangan resmi atau bahkan rentenir karena harus berani mengambil spekulasi pembiayaan barang modal di awal.

"Di sini kita perlu jeli, kalau bisa jangan hutang namun jika memang harus hutang kita cari lembaga yang resmi agar semuanya jelas di awal ada klausul kontraknya. Catatan juga, kredit atau hutang tersebut harus digunakan untuk produksi kita dan tak boleh dicampurkan dengan keuangan rumah tangga agar memiliki hasil berlipat dan lekas terbebas dari hutang," ungkapnya.

Menurut Pandhit, memiliki keuletan juga sangat penting dalam dunia usaha. "Bagaimana memutar otak dan tenaga, agar barang kita laku dan modal kita kembali, harus mulai terus dilakukan jangan sampai kita lagi-lagi hutang untuk menutup hutang lama, itu celaka lagi," imbuhnya diikuti tawa masyarakat.

Sementara itu Andri Setiawan Marketing Division Head WOM Finance menambahkan bahwa pihaknya bersama Titian Foundation terus berusaha mengubah pola pikir masyarakat khususnya di Bayat Klaten agar tak menjadikan hutang rentenir sebagai sebuah kebiasaan. Menurut dia, salah satu caranya adalah dengan memberikan beasiswa pada anak-anak muda agar menimba ilmu di Institut Seni Indonesia (ISI) sehingga nantinya kembali ke Bayat dan memulai usaha seni kriya.

"Kami harap teman-teman muda di Bayat Klaten lebih mantap menjadi pengusaha, tidak terjebak seperti pendahulu mereka dan semakin berkembang dalam bisnis seni kriya. Harapan WOM dan Titian Foundation ini mereka bisa memberi kontribusi pada masyarakat dan tentu saja menaikkan perekonomian warga," ungkapnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI