Wuih..Kelola Keuangan, Desa di Boyolali Akan Terapkan Standar Akuntansi

Editor: KRjogja/Gus

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Seluruh desa di Boyolali akan menerapkan Standar Akuntansi Pemerintahan Desa (SAPDes) untuk pengelolaan keuangan desa. Standarisasi tersebut diperlukan agar pengelolaan dan penyusunan laporan keuangan desa, termasuk pencatatan penggunaan Dana Desa, lebih memadai dan dan transparan.

Inspektur Inspektorat Daerah Boyolali, Insan Adi Asmono, Kamis (15/8) menjelaskan, standar akuntansi tersebut diperlukan, sebab merujuk pada UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa menyatakan bahwa penyelenggaraan pemerintah desa harus berdasa asa akuntabilitas, termasuk dalam pengelolaan keuangan.

"Di tingkat desa harus ada tiga hal yang dibangun, yakni penataan urusan keuangan, tata kelola pemerintahan, serta kebijakan akuntansi," katanya.

Dengan penerapan SAPDes yang diaplikasikan melalui sistem komputer, imbuh Insan, pembuatan laporan keuangan desa lebih memadai. ‎Melalui sistem tersebut, kebijakan akuntansi desa juga bisa diakses oleh masyarakat dan sebagai entitas keuangan bisa diaudit oleh akuntan publik. Sehingga akan tercipta transparansi pengelolaan keuangan desa. "Masyarakat desa juga bisa ikut mengawasi dan mengetahui bagaimana pengelolaan dan penggunaan keuangan desa,"

Sebagai langkah awal penerapan sistem akuntansi tersebut, Inspektorat Boyolali telah menggelar workshop penyusunan SAPDes kepada seluruh stake holder serta menyiapkan infrastruktur yang diperlukan. Sehingga pemerintahan desa sudah siap saat sistem akuntansi tersebut mulai diaplikasikan.

Sekda Boyolali, Masruri menambahkan, dengan adanya standarisasi penyusunan laporan dan pengelolaan dengan SAPDes tersebut, diharapkan nantinya pembuatan laporan keuangan desa bisa tepat waktu. "Pertanggung jawaban keuangan kepada masyarakat bisa lebih cepat, efektif dan transparan," (Gal)

 

BERITA REKOMENDASI