Yuk Ikut Tradisi Upacara HUT RI di Merapi

BOYOLALI (KRjogja.com) – Pendaki yang hendak merayakan malam tujuh belasan di Gunung Merapi diimbau untuk hati-hati, mengingat sampai saat ini intensitas hujan di kawasan puncak masih cukup tinggi.

Koordinator Relawan Barameru, Samsuri, Senin (15/8/2016) menjelaskan, selama ini di kalangan pendaki ada tradisi untuk merayakan HUT RI dengan  menggelar upacara bendera di kawasan Pasar Bubrah, tepat di bawah puncak Merapi. Pada tahun-tahun sebelumnya, upacara ini biasanya diikuti sebanyak 2.500an pendaki. Namun karena kondisi cuaca saat ini, diperkirakan animo pendaki untuk ikut tradisi upacara bendera akan turun.

“Memasuki bulan Agustus seharuysnya sudah musim kemarau. Namun sampai saat ini di kawasan puncak masih kerap turun hujan. Kemungkinan hal tersebut akan menurunkan jumlah pendaki, saya perkirakan sebanyak 1.500 saja,” terang Samsuri.

Meski sudah mulai memasuki musim pendakian, kemarau basah juga membuat animo pendakian Merapi turun. Saat cuaca bersahabat, rata-rata pendakian pada akhir pekan sebanyak 300an pendaki dan 50an pendaki di hari biasa. Sementara saat ini, jumlah pendaki di akhir pekan atau hari libur hanya 200an pendaki. Sementara pada hari normal sekitar 20an pendaki saja.

Karena kondisi cuaca belum stabil dan sulit diprediksi, ia mengimbau para pendaki untuk mempersiapkan diri dengan peralatan pendakian yang memadai, terutama membawa jas hujan dan baju ganti. Kondisi jalur pendakian yang licin bila terjadi hujan juga mesti membuat pendaki ekstra hari-hati. (M-9)

BERITA REKOMENDASI