Zona Merah, Tim Gabungan Perbanyak Operasi Protokol Kesehatan

SUKOHARJO, KRJOGJA.com- Tim gabungan terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Polres dan Kodim 0726 Sukoharjo tingkatkan kegiatan operasi protokol kesehatan disemua wilayah. Sasaran dilakukan seperti dipusat keramaian kota, pasar tradisional, perbelanjaan modern, pabrik, hingga warung makan. Kegiatan dilakukan mengingat adanya peningkatan status Kabupaten Sukoharjo dari zona oranye atau risiko sedang menjadi zona merah atau risiko tinggi penularan virus corona.

Kepala Satpol PP Sukoharjo Heru Indarjo, Minggu (18/10), mengatakan operasi protokol kesehatan ditingkatkan disemua wilayah karena peningkatan status Kabupaten Sukoharjo menjadi zona merah atau risiko tinggi penularan virus corona. Kegiatan dilakukan untuk melihat kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan. Apabila ada temuan pelanggaran maka akan ditindak sesuai aturan berlaku.

Operasi protokol kesehatan dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat membantu mencegah penyebaran virus corona. Salah satunya dengan memakai masker saat melakukan aktivitas diluar rumah. “Sekarang operasi protokol kesehatan ditingkatkan dari sebelumnya sebanyak satu kali menjadi tiga kali disemua wilayah. Penyisiran dilakukan baik dipusat kota maupun pinggiran di perbatasan antar daerah,” ujarnya.

Dalam kegiatan operasi protokol kesehatan Satpol PP Sukoharjo juga melibatkan aparat keamanan dari Polres dan Kodim 0726 Sukoharjo. Petugas disebar dibeberapa wilayah dalam waktu bersamaan untuk melihat kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Operasi protokol kesehatan termasuk kami gelar di warung makan dan tempat nongkrong. Tidak tebang pilih semua disasar, karena sekecil apapun pelanggaran protokol kesehatan sekarang sangat rawan menjadi media penularan virus corona. Apabila sekarang di Sukoharjo sudah bestatus zona merah,” lanjutnya.

Sanksi bagi pelaku pelanggaran perorangan tidak memakai masker maka akan diberikan hukuman sosial seperti membersihkan fasilitas umum dan didata. Sedangkan pelanggaran dilakukan pemilik warung makan, restoran dan pabrik akan diberikan hukuman berupa surat pernyataan sekaligus pemberian surat peringatan. (Mam)

BERITA REKOMENDASI