Lima Desa di Sukoharjo Punya Risiko Tinggi Penyebaran Corona

Editor: Ary B Prass

Jumlah desa dengan status zona merah mengalami peningkatan. Apabila sebelumnya dalam perkembangan desa risiko tinggi selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro 7 hanya ada satu desa yakni Desa Sanggrahan, Kecamatan Grogol, PPKM 8 Desa Cabeyan, Kecamatan Bendosari maka pada PPKM 9 naik menjadi lima desa.  “Sesuai data evaluasi PPKM 11 atau PPKM Mikro 9 per 13 Juni 2021 ada lima desa dengan status zona merah,” jelas Yunia,  Rabu (16/6/2021) .

Yunia menjelaskan, peningkatan lima desa masuk status zona merah cukup banyak mengingat sebelumnya hanya ada satu desa saja. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo mempercepat penanganan dan memperketat penerapan protokol kesehatan untuk menekan angka kasus baik ditingkat desa, kecamatan dan kabupaten.

Berdasarkan data evaluasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo pernah mencatat pada PPKM 7 atau PPKM Mikro 5 tidak ada desa dengan status risiko tinggi. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo juga pernah mencatat rekor jumlah desa dengan status risiko tinggi terbanyak mencapai tujuh desa pada PPKM 2. Ketujuh desa yakni, Desa Puhgogor, Kecamatan Bendosari, Desa Kedungsono, Kecamatan Bulu, Desa Krajan, Kecamatan Weru, Desa Palur, Kecamatan Mojolaban, Desa Ngreco, Kecamatan Weru, Kelurahan Combongan, Kecamatan Sukoharjo dan Desa Kemasan, Kecamatan Polokarto.

“Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo sampai tanggal 13 Juni 2021 ada penambahan 177 kasus positif virus Corona dengan gejala dan 83 kasus tanpa gejala dan suspek ada tambahan 7 kasus,” ujarnya.

Dikatakan, meski ada tambahan kasus positif virus Corona dalam jumlah banyak namun status Kabupaten Sukoharjo masih zona oranye atau tingkat risiko penularan virus corona sedang. Status zona tersebut sudah berlangsung lama dan diharapkan tidak ada kenaikan lagi.

BERITA REKOMENDASI