Lima Desa di Sukoharjo Punya Risiko Tinggi Penyebaran Corona

Editor: Ary B Prass

Perkembangan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo diketahui dalam beberapa hari terakhir pada Juni ini mengalami kenaikan. Temuan tersebut didapati pada tanggal 8 dan 9 Juni sebanyak 68 kasus positif virus Corona. Kenaikan angka terus terjadi pada 11 Juni sebanyak 44 kasus dan 12 Juni kembali ditemukan kasus kenaikan positif virus Corona sebanyak 56 kasus.

Kenaikan kasus positif virus Corona hingga puluhan orang dalam beberapa hari terakhir membuat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo kaget. Sebab sudah sejak awal petugas melakukan pengetatan pengawasan agar tidak terjadi penambahan kasus dalam jumlah banyak mengingat sebelumnya ada momen puasa Ramadan dan Lebaran.

Temuan kasus tersebut langsung ditangani dengan cepat oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo. Warga yang diketahui positif virus corona sudah mendapat perawatan di rumah sakit dan isolasi mandiri.

Angka kenaikan kasus positif virus Corona tersebut berasal dari tiga klaster sesuai temuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo. Ketiganya yakni klaster keluarga, klaster hajatan dan klaster halalbihalal. Temuan tersebut didapati melalui penyebaran setelah kegiatan Lebaran lalu dimulai dari adanya pelanggaran protokol kesehatan.

“Pada awal Juni ini ditemukan ada kenaikan kasus positif virus Corona. Angka kenaikan kami temukan dalam jumlah tinggi dari tiga klaster yakni klaster keluarga, hajatan dan halalbihalal,” ujarnya.

Bentuk pelanggaran yang ditemukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo berdampak pada kenaikan angka kasus positif virus Corona seperti acara hajatan. Sebab penyelenggaraan hajatan tidak mematuhi penerapan protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus Corona. Hajatan digelar dengan temuan kerumunan massa, menyediakan meja dan kursi tamu serta makan dan minum prasmanan. (Mam) 

BERITA REKOMENDASI