1.456 Santri Ikuti MQK Nasional

Editor: KRjogja/Gus

JEPARA (KRjogja.com) – Menteri Agama RI Lukman Hakim Saefudin, Jumat (1/12) sore membuka Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) Tingkat Nasional ke- VI tahun 2017 di Pondok Pesantren (Ponpes) Roudlotul Mubtadiin Balekambang, Desa Gemiring Lor Kecamatan Nalumsari Jepara. Pembukaan ditandai pemukulan bedug bersama Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. MQK atau lomba baca kitab kuning, diikuti 1.456 santri dari 34 provinsi di Indonesia.

Menag mengatakan, pesantren merupakan miniatur Indonesia menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah bangsa. Pesantren sebagai pusat pendidikan Islam harus dijaga. “Kami berharap, pendidikan Islam di Indonesia dapat menjadi tempat destinasi dan kiblat dunia,” ujarnya.

Untuk itu,  sudah sepatutnya pemerintah pusat dan daerah membuktikan kepeduliannya membantu pesantren sebagai pusat pendidikan Islam. Pihaknya akan meningkatkan alokasi APBN untuk pesantren. APBD juga sudah sepatutnya menyediakan alokasi untuk pesantren di daerahnya masing-masing.

Pada kesempatan itu, Menag menyampaikan selamat kepada para santri yang mengikuti  MQK, sebagai ajang olimpiadenya ponpes, mulai 2-7 Desember nanti. Mulai tahun depan, MQK digelar dua tahun sekali. Ada tiga perlombaan pokok dalam MQK kali ini, yakni lomba membaca, menerjemahkan, dan memahami kitab kuning. Total terdapat 25 bidang yang akan dikompetisikan dan terbagi dalam tingkatan dasar, menengah, dan tinggi.

Sementara, Gubernur Ganjar Pranowo mengapresiasi rangkaian acara MQK tahun ini yang tidak hanya menjadi ajang lomba baca kitab kuning, tapi juga lomba pidato bahasa Inggris dan Arab. Yang lebih menarik, debat konstitusi berbasis kitab kuning. “Debat konstitusi semakin  memantapkan kehidupan  berbangsa dan bernegara,” katanya. (Trq)

BERITA REKOMENDASI