1.515 Polisi Amankan Pilkades Serentak di Pati

Editor: Ivan Aditya

PATI, KRJOGJA.com – Sebanyak 1.515 polisi disiapkan untuk mengamankan pemilihan kepala desa serentak 10 April mendatang. Sedang Pemkab Pati menundaan pencairan dana desa (DD) tahap I terhadap desa yang menggelar pilkades namun diikuti kades lama (incumbent).

Kapolres Pati, AKBP Arie Prasetya Syafaat SIK mengatakan, pada pilkades akan diturunkan sebanyak 1.515 polisi. Terdiri 1.082 ditempatkan sebagai PAM langsung, dan 433 polisi berada diluar TPS. “Kami ingin pilkades berlangsung aman dan sukses,” kata Arie Prasetya Syafaat.

Sedang Bupati Pati Haryanto mengungkapkan, untuk DD yang ada pilkades dan diikuti incumbent, maka yang dikeluarkan hanya dana Bantuan Lansung Tunai (BLT) dan untuk pembelian Alat pelindung Diri (APD). Sedangkan untuk kegiatan fisik, sementara pencairan untuk kegiatan lain, ditunda setelah pilkades. “Ini untuk mengantisipasi agar tidak muncul saling klaim masalah DD,” ujar bupati Haryanto.

Kepala Dinas Pemberdayaan masyarakat dan Desa (Dispermades) Pati, Sudiyono mengatakan, ada 156 desa, yang pilkadesnya diikuti calon petahana. “Untuk belanja sarpras fisik, pencairannya setelah pilkades selesai,” ujar Sudiyono.

Sementara itu, rapat penetapan cakades Ngablak kecamatan Cluwak, Kamis (25/03/2021) berlangsung paling meriah. Pihak panpel, semula hanya mengundang cakades dan 4 orang timses. Namun ternyata yang datang di baldes ratusan orang.

Warga berduyun ke baldes Ngablak karena ingin menyaksikan pengundian nomor urut. Mereka datang dengan jalan kaki, atau naik kendaraan umum secara berombongan.

Setelah itu, para pendukung sengaja mengarak calonnya, dengan berjalan kaki. Sehingga suasana desa Ngablak terasa sangat meriah.

Ketua panpel, Raharjo Spd menyatakan, pilkades Ngablak diikuti 4 calon. Yakni Nur Muhlisin, Murtini, Cahyo Adi Prasetyo dan Sola Wily Santosa. “Karena Stefani Alya tiba-tiba mengundurkan diri, beberapa saat sebelum rapat penetapan cakades,” ucap Raharjo. (Cuk)

BERITA REKOMENDASI