10,56 Juta Batang Rokok Ilegal Disita

Editor: Ivan Aditya

KUDUS (KRjogja.com) – Tim intelijen dan Penindakan (Inteldak) Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kudus, sepanjang tahun 2016 ini telah menyita lebih dari 10,56 juta batang rokok ilegal jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) serta 4.075 kilogram tembakau iris (TIS). Kebanyak rokok yang disita tanpa dilekati pita cukai, serta sebagian lainnya menggunakan pita cukai palsu.

Selain mengamankan rokok bodong, sejumlah barang bukti juga berhasil diamankan. Di antaranya puluhan karton etiket (bungkus rokok yang belum dibentuk), kertas CTP, sejumlah alat pemanas, serta puluhan kardus filter rokok. Hingga akhir Agustus ini, potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan sebesar Rp 6,87 miliar.

“Adapun nilai barang yang disita jumlahnya lebih besar, mencapai Rp 11,86 miliar. Selama delapan bulan ini, kami telah melakukan 31 penindakan,” ujar Kepala KPPBC Tipe Madya Kudus Suryono, melalui Kasi Inteldak KPPBC Kudus Broto Setia Pribadi, Kamis (01/08/2016).

Operasi rokok ilegal akan terus diintensifkan. Pada bulan Agustus 2016 ini, KPPBC berhasil melakukan empat kali penindakan dengan barang bukti rokok ilegal lebih dari 1,11 juta batang, serta tembakau iris 62 kilogram. Potensi kerugian negaranya mencapai Rp 731,42 juta, dengan perkiraan nilai barang sebesar Rp 1,13 miliar.

“Penindakan rokok ilegal kami lakukan di empat tempat terpisah, semuanya berada di wilayah Kabupaten Jepara. Tiga penindakan terakhir kami lakukan secara berturut- turut dalam rentang waktu empat  hari mulai 23-26 Agustus 2016, dan satu penindakan lain terjadi pada awal Agustus,” terangnya.

Broto Setia menambahkan, saat ini jumlah pabrikan resmi di wilayah KPPBC Kudus, meliputi Jepara Kudus, Pati, Rembang dan Blora sebanyak 96 perusahaan. Dari jumlah itu, perusahaan besar (golongan I) memiliki kontribusi 86 persen sebagai penyumbang penerimaan cukai. Enam belas persen lainnya berasal dari pabrikan menengah dan kecil atau golongan II dan III. (Trq)

BERITA REKOMENDASI