300 Anjing Dikirim ke Warung Sengsu di Cilacap, Ratusan Hewan Piaraan Divaksin Rabies

Editor: Ivan Aditya

CILACAP, KRJOGJA.com – Guna mengantisipasi munculnya kembali wabah Rabies di Cilacap, ratusan hewan piaraan baik anjing maupun kucing divaksin. Kegiatan yang melibatkan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) dan Stasiun Karantina Pertanian Cilacap itu, dalam rangka peringatan Hari Rabies Dunia, yang tepatnya pada 28 September 2020.

“Kami menyediakan sekitar 850 vaksin untuk kegiatan itu,” ujar Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Cilacap, Suharyono kepada KRJOGJA.com, Senin (28/09/2020).

Menurutnya, Dalam kegiatan yang diperuntukkan hewan piaraan di dalam Kota Cilacap tersebut, selain memberikan vaksin, juga memberikan pengobatan kepada hewan piaraan yang sakit dan juga pemberian vitamin.

“Dari sebanyak 850 vaksin rabies yang disiapkan, untuk Kota Cilacap paling hanya sekitar 100 – 200 vaksin yang digunakan. Sisanya akan kita gunakan kegiatan di daerah perbatasan, diantaranya, Kecamatan Patimuan, Kedungreja, Sidareja, Cipari, Wanareja dan Dayeuhluhur,” lanjutnya.

Karena daerah perbatasan itu merupakan wilayah rawan pandemi rabies, terkait dengan belum bebasnya kabupaten tetangga di Propinsi Jawa Barat. “Nantinya ke depan daerah-daerah perbatasan dilakukan vaksin rabies, dan secara gratis, masyarakat juga bisa memvaksin hewan peliharaan di Puskeswan yang ada di Tritih Wetan,” katanya.

Ketua PDHI Cilacap drh Sadewa mengakui, selama ini Cilacap mendapatkan pasokan daging anjing dari Kabupaten tetangga Pangandaran, Ciamis dan Kota Banjar. Diperkirakan daging anjing itu berasal dari anjing liar hasil tangkapan di hutan.

“Dalam sebulannya bisa mencapai 300 ekor anjing yang dikirim ke warung-warung kuliner sate Jamu (Sate daging anjing) dan Sengsu (Tongseng Asu) di Cilacap,” ujarnya.

Sehingga daerah perbatasan, yang menjadi lalu lintas anjing dari Jawa Barat perlu dilakukan pemeriksaan, agar menjamin anjing-anjing yang dikonsumsi masyarakat Cilacap itu sehat.
Kepala Stasiun Karantina Pertanian Cilacap, Puji Hartono mengatakan, belum lama ini, pihaknya juga sempat mencurigai hewan yang suspek rabies di daerah perbatasan. “Namun dari hasil pemeriksaan ternyata negatif,” katanya.

Kendati demikian, pihaknya mendukung upaya vaksinasi rabies di daerah perbatasan, kalaupun Cilacap sekarang ini dinyatakan sudah bebas Rabies sejak tahun 1997. (Otu)

BERITA REKOMENDASI