60 Napi Narkoba Nusakambangan Direhabilitasi

Editor: Ary B Prass

CILACAP, KRJOGJA.com – Kendati dari ribuan napi penghuni lembaga Pemasyarakatan di Nusakambangan didominasi kasus narkoba, namun ternyata baru puluhan napi yang direhabilitasi BNNK Cilacap.
“Ini karena permintaan dari Bapas dan Lapas di Nusakambangan, Cilacap baru sebanyak itu,”ujar Kepala BNNK Cilacap Windarto, Kamis (30/12/2021).
Menurutnya, banyak sedikitnya napi narkoba yang akan direhabilitasi itu sangat tergantung dengan permintaan dari lapas yang bersangkutan.
“Memang dalam tahun 2021, ada 60 Warga Binaan Pemasyarakatan di Lapas Narkotika Klas IIA Nusakambangan sesuai dengan Perjanjian Kerja Sama Antara Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIa Nusakambangan dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten Cilacap Nomor:W.13.PAS.14.PK.01.08.03
& Nomor: SPK/O01/II/KA/RH.01/2021/BNNK tentang Program Rehabilitasi Narkotika Bagi Warga Binaan Pemasyarakatan,”lanjutnya.
Di samping itu, BNNK Cllacap juga memberikan layanan pasca rehabilitasi terhadap klien Bapas di Bapas Klas II Nusakambangan yang didasarkan pada Perjanjian Kerja Sama Antara Badan Narkotika Nasional Kabupaten Cilacap Dengan Balai Pemasyarakatan Kelas II Nusakambangan Nomor: PKS/ 006/ XI/KA/HK.02/ BNNK-CLP & Nomor:W13.PAS62.PK.01.05.11-6853 tentang Program Rehabilitasi Dan Pasca Rehabilitasi Narkotika Bagi Klien Pemasyarakatan.
Dijelaskan, Seksi Rehabilitasi BNNK Cilacap juga telah membantu merehabilitasi sebanyak 41 orang pecandu dan penyalahguna yang datang sendiri ke layanan rehabilitasi Klinik “Sehati” BNN Kabupaten Cilacap.
“Terdiri laki-laki sebanyak 38 orang dengan usia 18 tahun atau kurang sebanyak 17 orang, usia diatas 18 tahun sebanyak 21 orang,  perempuan sebanyak 3 orang usia 18 tahun atau kurang sebanyak 2 orang, usia diatas 18 tahun sebanyak 1 orang,” jelasnya.
BNN Kabupaten Cilacap juga mendorong terbentuknya unit Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) di Desa Slarang dan Desa Gombolharjo Kecamatan Kesudihan.
“Intervensi di bidang rehabilitasi terhadap penyalah guna yang dirancang dari masyarakat, untuk masyarakat dan oleh masyarakat sesuai dengan kearifan lokal,”tambahnya.
Menurutnya, IBM hanya menangani risiko penyalahgunaan Narkoba tingkat ringan, sedangkan untuk tingkat resiko sedang dan berat, Klien dapat dirujuk kepada lembaga rehabilitasi, fasiltas kesehatan atau instansi terkait lainnya. Kegiatan dan layanan IBM dilaksanakan oleh Agen Pemulihan, yakni anggota masyarakat yang tinggal di Desa/Kelurahan dan dipilih oleh Kepala Desa/Lurah untuk melaksanakan kegiatan layanan IBM.
“Perlu diketahui, (P2M) BNNK Cilacap selama tahun 2021, elah melaksanakan sosialisasi P4GN dengan sasaran Instansi Pemerintah sebanyak 130 peserta, Instansi Swasta 80 peserta, Lingkungan Pendidikan 2.630 peserta, dan lingkungan masyarakat 1.695 peserta,”ujarya.
Seksi P2M telah membentuk penggiat anti narkoba di instansi pemenntah (Organisasi Perangkat Daerah) sebanyak 20 orang, instansi swasta (BUMN & BUMD) sebanyak 30 orang, ingkungan pendidikan (Kepala Sekolah di wilayah ex kotip Cilacap) sebanyak 30 orang, dan lingkungan masyarakat (Perangkat Desa dan Tokoh Masyarakat Desa Bersinar) sebanyak 30 orang.
Seksi P2M juga melakukan deteksi dini melalui pemeriksaan urin narkoba pada Instansi Pemerintah (Polres Cilacap sebanyak 200 orang dan Kodim 0703 Cilacap sebanyak 24 orang), Instansi Swasta (PT. Indra Marine Sentosa Cilacap sebanyak 10 orang), Lingkungan Pendidikan (Stikes A-rsyad Alislamiyah Cilacap sebanyak 25 orang), Lingkungan Masyarakat (penguryung tempat pemilik tempat hiburan malam dan perangkat desa Gombolharjo sebanyak 85 orang).

BERITA REKOMENDASI