Ahli Waris Meminta Kembali Tanah Balai Desa

Editor: Ivan Aditya

PATI (KRjogja.com) – Selama dua tahun terakhir ini muncul fenomena baru di Pati. Sejumlah warga  mengaku sebagai ahli waris meminta kembali tanah yang ditempat balai desa atau gedung Sekolah Dasar. Padahal keberadaan balai desa dan gedung SD sudah puluhan tahun.

Sejumlah kasus perebutan hak tanah terjadi di Desa Payang Kecamatan Pati Kota, Pohijo Kecamatan Margoyoso, Ngablak dan Bleber keduanya berada di Kecamatan Cluwak serta Dukuhseti. Sri Eni, warga desa Ngablak mengaku  keluarganya memang ingin menarik kembali tanah yang ditempati balai desa. “Itu sudah keputusan keluarga,” ujar perempuan yang menjabat sebagai perangkat desa setempat, Selasa (02/08/2016).

Asisten Pemerintahan Pemkab Pati, drs Sudiyono MM ketika dikonfirmasi membenarkan adanya banyaknya gugatan dari orang yang mengaku ahli waris dan ingin menarik kembali tanah yang dipergunakan untuk Balai Desa dan gedung Sekolah Dasar. “Kasus ini mulai muncul tahun 2015 lalu,” ujarnya.

Menghadapi fenomena gugatan kepemilikan tanah baldes dan gedung SD yang semakin hari tambah banyak, Sudiyono menyatakan akan segera mengundang para kepala desa untuk diberikan pembinaan administrasi pertanahan. “Lagi pula pemkab tidak punya anggaran untuk biaya ganti rugi. Sampai hari ini cadangan ganti rugi Rp 0,” tutur  Sudiyono. (Cuk)

BERITA REKOMENDASI