Aids Merebak, Nelayan dan Sopir Pantura Harus Waspada

Editor: KRjogja/Gus

REMBANG  (KRjogja.com) – Jumlah penderita aids di wilayah Kabupaten Rembang harus diturunkan dengan berbagai cara,termasuk diantaranya menggelorakan sosialisasi di berbagai lapisan masyarakat.Menurut kalangan ulama di wilayah ini,sangat ironis jika Kabupaten Rembang yang bertengger puluhan pondok pesantren (ponpes) dan dikenal sebagai wilayah santri,jumlah penderita Aids terus mengalami peningkatan.

Menurut Pengasuh Ponpes Kauman,Lasem, KH Zaim Achmad Ma`shoem ( Gus Zaim) kepada KR Rabu (2/11) kemarin mengatakan, penanggulangan aids di Rembang harus melibatkan banyak stake holder dengan gencar melakukan sosialisasi dan akibat dari penyakit mematikan itu sendiri,termasuk melibatkan tokoh masyarakat,ulama setempat.

" Pemerintah dalam dal ini dinas kesehatan tidak bisa bekerja sendiri dalam menanggulangi penyakit yang mematikan ini. Disamping itu juga sosialisasi yang dilakukan kurang mengena ke sasaran. Coba kalangan sopir dan nelayan pantura,mestinya yang paling urgen mendapat sentuhan sosilisasi," jelas Rois Aam PCNU Lase ini.

Dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Rembang melalui Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dr Johan Budi diperoleh keterangan terhitung dari tahun 2004 hingga 2015 tercatat sebanyak 242  penderitaq Aids dan beberapa diantaranya sudah meninggal dunia. Dari catatan DKK penderita terbanyak dari kalangan ibu rumah tangga yang menempati urutan teratas yakni mencapai angka 81 penderita disusul nelayan dan sopir yang menempati rangking kedua 47 penderita,disusul karyawan swasta 43 penderita,kaum buruh sebanyak 38 serta PSK 24. Khusus PSK dalam catatan DKK merupakan pekerja migran dari daerah lain. (ags)

BERITA REKOMENDASI