Anggaran DAK Pendidikan Tidak Cair, Dewan Tuding Dinas Teledor

Editor: KRjogja/Gus

REMBANG, KRJOGJA.com – Tingkat kerusakan banguan sekolah yang berkesimbungan di masing-masing wilayah membuat pemerintah pusat mengalokaikan dana alokasi khusus (DAK) pendidikan. Hal ini dimaksudkan membantu masing masing pemerintah daerah dalam menangani berbagai masalah pendidikan di wilayahnya masing-masing. Di wilayah Kabupaten Rembang, banyak sekolah yang rusak dan pelu penanganan segera, namun ironisnya, pihak terkait saling lempar tanggung jawab, sehingga kerusakan kian parah dan mengganggu proses belajar mengajar.

Guna melihat kondisi di lapangan serta penanganan kompleksitas permasalahannya,Komisi D (Bidang pendidikan) turun ke beberapa sekolah yang mengalami kerusakah fisik bangunan sekaligus melakukan wawancara dengan pihak sekolah. Dari serapan tersebut, ternyata fakta di lapangan sungguh menyedihkan, karena pihak sekolah masih kesulitan mencairkan anggaran (DAK) guna perbaikan sekolah. 

Ketua Komisi D DPRD Rembang Henry Purwoko Spd saat dikonfirmasi KR Kamis (13/12) menjelaskan,banyak kepala sekolah yang tidak dapat mencairkan anggaran DAK karena tidak memiliki Kepala Sekolah definitif.

"Kalau ada 20 sekolah tidak memiliki Kepala Sekolah definitif dan kebetulan sekolahnya rusak parah terus anggaran tidak cair dan kembali ke kas negara karena aturannya memang demikian, maka kondisi sekolah tersebut akan kian memprihatinkan. Ini Pihak sekolah Dinas Pendidikan dan Pemkab Rembang termasuk teledor. Oleh karenanya Komisi D akan mendesak Pemkab Rembang supaya bisa merehab sekolah yang dananya dikembalikan itu melalui dana APBD," terang politisi senior PPP ini.

Dari Pemkab Rembang diperoleh keterangan jika pihak Diknas kurang melakukan pengawasan sehingga DAK harus dikembalikan ke kas negara karena sekolah yang bersangkutan tidak memiliki pimpinan definitif. " Kalau Diknas memberi laporan sejak awal tentu Pemkab masih bisa memberikan bantuan melalui APBD, minimal dilakukan pengisian jabatan kepala sekolah uang kosong. Masalahnya seleksi jabatan Kepala Sekolah Dasar juga masih dilakukan seleksi," kata Kabag HUmas Setda Rembang Kukuh Purwasana. (Ags)   

BERITA REKOMENDASI