Angka Kemiskinan di Rembang Masih Tinggi

Editor: KRjogja/Gus

REMBANG  (KRjogja.com) – Angka kemiskinan di wilayah Kabupaten Rembang tergolong masih tinggi,yakni berkisar antara 19,5 persen dan menjadi sorotan Pemprov Jateng. Oleh karenanya dalam jangka waktu empat tahun ke depan angka tersebut harus dapat ditekan menjadi 14 persen.

 

Demikian disampaikan Bupati Rembang H Abdul Hafid usai melantik Asisten I Sekda Drs Subhakti menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) definitif bertempat di pendopo Kabupaten/kompleks museum RA Kartini,Jl Gatot Subroto Rembang, Rabu (14/12).

Dalam menekan angka kemiskinan,kata Bupati,tentu bukan pekerjaan yang mudah. Dari berbagai indikator baik secara ekonomi, dan sosial pihaknya akan mencoba menggebrak melalui bedah rumah dengan dukungan semua kalangan termasuk diantaranya stake holder terkait. " Memang penyebab kemiskinan banyak sekali faktornya dan ini tentu sudah menjadi bahan kajian tim terkait. Namun diluar itu saya prihatin dengan kondisi rumah penduduk di pedesaan,dimana terdapat 23.000 rumah penduduk tidak layak huni. Dari data yang ada tersebut,kami berencana dapat menekan hingga 3000 rumah direhab sehingga akan meningkatkan taraf kehidupan normal,"kata Bupati.

Sementara berkaitan pelantikan Drs Subhakti,dikatakan semua hasil kinerja dari panitia seleksi dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Dari enam kandidat,kata Hafid terdapat tiga nama yang lolos dan diajukan ke Gubernur hingga terpilihnya Subhakti dengan berbagai pertimbangan,termasuk kapabilitas dan akseptabilitas yang cukup diakui,termasuk senioritasnya di jajaran birokrat Pemkab setempat.

"Jabatan adalah amanah,yang kadang sulit diraih dan sulit dihindari. Sekda harus profesional dan proporsional dalam menjalankan tugasnya.Karena Sekda adalah jabatan karir,maka saya berharap berkonsentrasi di pekerjaannya. Jangan melenceng dan harus benar benar amanah menjalankan roda pemerintahan. (Ags)

 

BERITA REKOMENDASI