Antisipasi Penyimpangan, TP4D Kejari Kudus ‘Turun Gunung’

KUDUS, KRJOGJA.com – Menjelang akhir tahun anggaran 2018, sejumlah kegiatan atau proyek publik terus dipantau perkembangannya. Pemantauan antara lain dilakukan Tim Pengawal Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kudus, terhadap empat kegiatan di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat, Rabu (7/11/2018).

Keempat lokasi kegiatan yang didatangi TP4D, yaitu Proyek Pembangunan Polder di Desa Jati Wetan Kecamatan Jati, dan Pembangunan Drainase di Jalan Jenderal Sudirman Kecamatan Kota Kudus. Selain itu, kegiatan di ruas Jalan Loram Wetan- Tanjungkarang dan Jepang Pakis- Loram Wetan, keduanya masuk  Kecamatan Jati.

TP4D dengan empat anggotanya dipimpin ketua tim yang juga Kasi Intel Kejari Kudus, Sarwanto SH. Mereka meminta para rekanan mengupayakan percepatan pekerjaan dengan tetap memperhatikan kualitas, serta mengantisipasi kendala musim hujan. ”Kami minta perhatian dari para rekanan agar tidak terjadi keterlambatan,” ujar Sarwanto.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PUPR) Kabupaten Kudus, Heru Subiyantoko mengatakan, sebanyak 12 kegiatan senilai Rp 18,627 miliar diikutkan pendampingan TP4D Kejari Kudus. Pendampingan dilakukan untuk menghindari potensi terjadinya penyimpangan.

Untuk pantauan TP4D Kejari Kudus kali ini, proyek drainase di Jalan Jendral Sudirman Kudus mendapat penekanan agar segera dirampungkan sebelum batas akhir kontrak 27 November mendatang. “Waktunya sudah mepet,” katanya, melalui Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kudus, Harry Wibowo.

Sementara, Direktur CV Utama Karya, pelaksana kegiatan pembangunan polder di Desa Jati Wetan, Kusmanto menyatakan, penyelesaian pekerjaan diprioritaskan pada bangunan bagian bawah untuk antisipasi datangnya hujan. Pihaknya optimis, pekerjaan selesai lebih cepat sebelum batas akhir kontrak 20 Desember mendatang.(Trq)

BERITA REKOMENDASI