Arwani Thomafi: Kebijakan Mendiknas Tidak Selaras Kearifan Lokal

Editor: KRjogja/Gus

REMBANG (KRjogja.com) – Wakil Ketua DPP PPP, Arwani Thomafi menyatakan penolakannya,terhadap rencana Mendiknas dalam nenerapkan lima hari sekolah. Pihaknya sudah mengadakan pertemuan dengan jajaran pengurus DPP PPP sekaligus disepakati agar Fraksi PPP di DPR RI segera memanggil dari kalangan birokrasi terkait rencana yang membuat resah di kalangan dunia pendidikan di tanah air tersebut.

Ungkapan tersebut disampaikan Arwani Thomafi di kediamannya, Desa Soditan,Kecamatan Lasem,Kabupaten Rembang,Rabu kemarin di hadapan wartawan dan ulama setempat.

"Kebijakan Mendiknas yang akan merubah jam pelajaran siswa jelas akan memunculkan kegaduhan baru di dunia pendidikan di tanah air ini dan kami dari DPP PPP akan tetap meminta kepada pemerintah untuk mengadakan evakuasi secara menyeluruh," jelas putra politisi kawakan (alm) KH Thoyfoer MC ini.

Ditambahkan, bila kebijakan tersebut dilanjutkan,sama artinya dengan bertabrakan dengan rasa keadilan dan sangat tidak menghargai kearifan lokal sekaligus sangat tidak menghargai sejarah lahirnya dunia pendidikan jauh sebelum kemerdekaan negeri ini diperoleh. Pengayaan jam pelajaran di luar sekolah,lanjut Arwani yang juga anggota DPR ini,baik melalui kursus, pengajian-pengajian maupun pendidikan Madrasah Diniyah maka akan punah ketika program tersebut diterapkan.

" Saya berharap ini semata masih ide Mendiknas dan akan direspon oleh Presiden," jelas Arwani Thomafi, (ags)

BERITA REKOMENDASI