Atensi Pelaporan Korupsi, Kinerja Kejari Kudus Makin Meroket

KUDUS, KRJOGJA.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kudus menempati peringkat 29 nasional ranking satuan kerja (satker) berdasarkan nilai kinerja tertinggi tahun 2018, dalam Sistem Monitoring dan Evaluasi Kinerja Terpadu (Smart) Kementerian Keuangan. Perhargaaan lain ranking satker berdasarkan realiasai capaian output tertinggi tahun 2018 menduduki peringkat 50 dari 532 Kejari di Indonesia.  

“Kami bersyukur atas penghargaan capaian kinerja terbaik dan realisasi capaian output tertinggi. Penghargaan itu dapat memberikan semangat untuk meningkatkan kinerja menjadi lebih baik lagi,” ujar Kajari Kudus, Herlina Setyorini, Kamis (27/12/2018).

Kejari Kudus mengapresiasi adanya partisipasi pelaporan publik terkait dugaan tindak pidana korupsi di Kota Kretek. Hal itu sebagai kontrol masyarakat dalam mengantisipasi tindak korupsi, tetapi pelaporan harus bertanggung jawab disertai bukti-bukti akurat. Jika bukti yang diajukan tidak kuat, pihaknya tidak akan memprosesnya.

“Kami memiliki sejumlah mekanisme dalam penerimaan laporan. Jangan sampai laporan yang diajukan tidak memiliki dasar kuat sehingga dapat menimbulkan fitnah. Kami akan melakukan verifikasi, bila memang ada indikasi baru diproses,” ungkapnya.

Mengenai saksi pelapor, dia memastikan akan merahasiakan identitasnya. Kebijakan tersebut sudah menjadi prosedur tetap yang diberlakukan selama ini. Pihaknya akan mengupayakan hasil penyelidikan yang dilakukan berjalan optimal. Artinya,jangan sampai setelah di pengadilan hasilnya tidak seperti yang diharapkan.

“Karena itu, saat pengumpulan data harus benar-benar akurat,” tegasnya. (Trq)

 

BERITA REKOMENDASI