Babi Hutan ‘Beraksi’ di Perkampungan

REMBANG  (KRjogja.com) – Kawasan Kabupaten Rembang timur (pegunungan Lasem/Argopuro) yang bergunung gunung memiliki banyak satwa liar termasuk diantaranya kera dan babi hutan. Dan diduga stok makanan yang menipis di pegunungan Lasem menyebabkan ratusan babi hutan setiap malam turun gunung.

Kawanan babi hutan yang mencari makan itu menggasak tanaman jagung, ketela pohon atau tanaman lain milik warga. Beberapa desa yang paling parah mendapat serangan diantaranya Desa Tanjungsari, Kecamatan Kragan,Rembang serta beberapa deswa di Kecamatan Sedan.

Sutrisno (45) salah seorang pegiat lingkungan sudah terjun ke beberapa desa yang mendapat serangan babi hutan. Dia memberi tips membuat ramuan camp0uran antara terasi dan kapur barus yang ditumbuk halus. "Campuran kedua bahan tersebut kita bentuk bulat bulat kemudian kita bungkus kain dan digantung di sekitar pematang sawah/kebun berkeliling. Mudah mudahan dengan cara ini babi hutan enggan masuk lantaran mencium aroma tersebut," kata Sutrisno.

Sekretaris Desa (Sekdes) Desa Tanjungsari, Kecamatan Kragan, Anwar Soleh (45) membenarkan keresahan petani akibat serangan babi hutan. Saran Sutrisno memang sedang diikuti beberapa warga, namun bila tidak mempan dan sudah berani memasuki perkampungan warga perangkat desa di beberapa desa (gabungan) akan membuat surat kepada Perbakin agar dilakukan perburuan babi hutan.

"Kita sudah rutin berkoordinasi dengan Perbakin guna mengatasi serangan babi hutan," jelasnya, Rabu (8/11/2016) malam. (ags)

BERITA REKOMENDASI