Badan Geologi Belum Temukan Sungai Bawah Tanah di Karts Rembang

Editor: Ivan Aditya

REMBANG, KRJOGJA.com – Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) belum menemukan aliran sungai dan gua bermata air di bawah karst (lapisan batuan kapur) di Pegunungan Kendeng yang berada di wilayah Kabupaten Rembang. Data penemuan itu diperoleh tim Badan Geologi usai menggelar dua kali penelitian pada bulan Agustus dan September ini.

Menurut Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Ego Syahrial data sementara pada dua kali penelitian tersebut bukan sesuatu yang mutlak. Menurutnya tim masih akan menggelar penelitian lanjutan untuk memastikan keberadaan aliran sungai dan gua bermata air tersebut.

“Nah ini kan terkait sama arahan Bapak Wakil Menteri ESDM bahwa agar Badan Geologi melakukan penelitian lebih komprehensif lagi. Jadi kami sudah diberi waktu enam bulan (mendatang) dan tentunya kami akan mengirimkan tim yang lengkap," ucap Ego saat berada di Rembang, Rabu (13/09/2017).

Dengan waktu enam bulan, menurut dia, Badan Geologi dapat mengerahkan tim yang lebih besar. "Kalau kemarin kan cuman sembilan hari, memang keterbatasan waktu kita. Dengan tim yang kita turunkan (nanti) kita bisa mendapatkan data-data yang lebih komprehensif," tambahnya.

Ego menjelaskan hasil penelitian di kawasan Batu Putih Rembang tentang keberadaan gua bawah tanah berisikan mata air menunjukan ternyata sudah kering. Namun hasil penyisiran tersebut belum final dan masih mengumpulkan informasi dari mana pun untuk dilakukan penelitian lanjutan.

Sebelumnya Badan Geologi Kementerian ESDM menerima informasi dari masyarakat terkait keberadaan aliran sungai dan gua bawah tanah. "Nantinya kita akan melakukan penelitian secara geologi, geofisika, hidrologi dan hidrokimia, karena kemarin kita hanya memakai data sekunder saja," ujar Ego.

Badan Geologi Kementerian ESDM akan mengerahkan 12 peneliti. Sebelumnya hanya mengerahkan empat peneliti dalam dua kali penyisiran di karst Rembang, Kabupaten Rembang.

Seperti diketahui Kabupaten Rembang sebelah timur kaya akan pegunungan dan menyambung dengan pegunungan Kendeng utara. Pro kontra tentang berdirinya pabrik Semen oleh para pegiat lingkungan dikarenakan dibawah pegunungan karts tersebut menyimpan air sekaligus terdapat sungai di bawah tanah.

Ekploitasi terhadap pegunungan kapur (karst) dikhawatirkan akan merusak sumber daya air serta lingkungan meski pada kenyataannya di luar pabrik semen, eksploitasi pegunungan kapur baik perorangan maupun perusahaan besar masih marak di kawasan ini. (Ags)

BERITA REKOMENDASI