Balada Nenek Ngasirah, Hidup Sebatang Kara Dikirim ke Panti Jompo

PATI, KRJOGJA.com – Cerita hidup dan kehidupan, setiap manusia tentu tidak sama. Seperti yang dialami nenek Ngasirah (78). Setelah ditampung di sebuah ruangan TK Islam Saliyan Pati, kini nenek sebatang kara tersebut dipindahkan ke panti jompo di Rembang. 

Baca Juga: Kraton Yogyakarta Siapkan 8 Gunungan

Pengurus TK Islam Saliyan, Ahmad Muflih menjelaskan, nenek Ngasirah semula bekerja di sebuah keluarga yang ada di Pati. Namun pada tahun 1980an, keluarga tersebut pindah ke Jakarta. 

"Nenek Ngasirah memilih tetap di kota Pati. Lalu ikut bersih-bersih di TK Islam Saliyan. Nenek numpang tidur di sebuah ruangan kelas TK," tutur Ahmad Muflih, Kamis (8/8/2019). 

Baca Juga: Tantangan Semakin Besar, Islam Berkembang Pesat di Amerika

Karena pertimbangan kemanusiaan, akhirnya nenek Ngasirah dipindahkan ke panti jompo di Rembang yang difasilitasi Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).  

"Kondisi nenek Ngasirah sudah 5 tahun  terbaring di tempat tidur. Jadi sangat kasihan kalau tidak segera dikirim ke panti jompo. Karena tidak punya saudara," tambah Ahmad Muflih. 

Berdasar Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2013 tentang Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan), disebutkan petugas TKSK adalah seseorang yang diberi tugas, fungsi, dan kewenangan oleh Kementerian Sosial dan/atau dinas/instansi sosial provinsi, dinas/ instansi sosial kabupaten/kota selama jangka waktu tertentu untuk melaksanakan dan/atau membantu penyelenggaraan kesejahteraan sosial sesuai dengan wilayah penugasan di kecamatan.(Cuk)

BERITA REKOMENDASI