Bangun Pusat Agrobisnis Terbaru, Pemkab Blora Rangkul IPB

BLORA, KRJOGJA.com – Pemkab Blora merangkul Institut Pertanian Bogor (IPB untuk membangun pusat agrobinis. Pusat Agribisnis tersebut diharapkan dapat menjadi pusat pengembangan komoditas pertanian dari mulai hulu hingga hilir.

“Sudah saatnya potensi pertanian yang melimpah di Kabupaten Blora bisa dikelola secara inklusif dan berkelanjutan sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi petani,” ujar salah satu anggota tim Departemen Agrobisnis Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB Bogor Dr Bayu Krisnamurthi MSi dalam workshop ‘Membangun Agrobisnis Blora yang Inklusif dan Berkelanjutan’ yang buka Bupati Djoko Nugroho di ruang pertemuan Setda, Senin (05/03/2018).

Dijelaskan, workshop tersebut merupakan tindaklanjut  penandatanganan kesepakatan bersama atau memorandum of understanding (MoU) antara Pemkab Blora dengan IPB November 2017 lalu. Menurut Bayu Krisnamurthi, dengan adanya Pusat Agribisnis diharapkan dapat menjadi pusat pengembangan komoditas pertanian dari mulai hulu hingga hilir, sehingga dalam hal pengelolaan dan penjualan hasil pertanian bisa ditingkatkan yang nantinya dapat membantu Kabupaten Blora dalam mengatasi kemiskinan.

“Salah satu langkah penting untuk mengembangkan Agribisnis di Kabupaten Blora adalah branding dan promotion. Dengan melakukan branding dan promotion yang baik dapat membantu meningkatkan daya saing dari suatu produk yang ada, baik itu dalam bidang pertanian, peternakan, UMKM dan pariwisata,” terangnya.

Mantan Menteri Penerangan Muhammad Yunus Yosfiah, yang ikut hadir dalam workshop menegaskan, Indonesia punya potensi pertanian, perikanan dan pariwisata yang belum dikembangkan secara maksmimal, termasuk di Kabupaten Blora. “Kita harus bisa menggali potensi yang kita miliki. Jangan hanya mementingkan diri sendiri, tetapi harus dapat menjadi individu yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu Blora Djoko Nugroho mengusulkan, Desa Purworejo dan Sayuran Kecamatan Jepon dapat menjadi proyek pengembangan Agrobisnis. “Seperti Desa Purworejo yang di dalamnya ada embung dan lahan tanaman sayuran harus bisa kita kembangkan. Pemkab akan membantu perbaikan dan membuat jalan tembus agar memudahkan masyarakat mencapai ke lokasi,” harapnya. (Tas)

BERITA REKOMENDASI