Bangunan Liar di Sepadan Sungai Kendal Ditertibkan

Editor: Ivan Aditya

KENDAL, KRJOGJA.com – Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdaru) Provinsi Jawa Tengah dan Satpol PP Kendal menertibakan bangunan di sempadan sungai Kendal yang terletak di desa Trompo dan Sukodono, Rabu (21/11/2018). Kepala Balai Pusdataru Bodri Kuto, Indah Sulistyowati menegaskan sepanjang sempadan atau bantaran sungai tidak ada boleh ada bangunan diatas tanah itu.

Pasalnya tanahnya itu nantinya digunakan sebagai sarana perawatan dan pemeliharaan sungai tersebut. "Jadi kali ini kami menertibkan bangunan sepanjang sempadan sungai kendal yang berada di desa Trompo hingga sukodono, kedepan akan dilanjutkan lagi peneriban di lokasi lain," ujar Indah.

Pihaknya melakukan penertiban bangunan liar sebanyak 60 buah. Namun ada 26 banguanan yang tertunda penertibannya. Hal itu dikarenakan ada bangunan yang sudah memiliki sertifikat dan ada tanah yang terdaftar dalam letter C.

"Oleh karena itu kami akan lakukan koordinasi dengan pihak terkait hal itu, karena semestinya dibantaran sungai tidak diperkenankan ada bangunan dan itu merupakan tanah negara," lanjutnya.

Sementara itu, Kasi Pengendalian Operasi Satpol PP Moh Fatkhurahman mengatakan pihaknya dan Pusdataru juga telah melakukan sosialisasi kepada para pemilik bangunan agar segera melakukan pembongkaran. Namun hingga batas ditentukan tidak melakukan pembongkaran maka dari timnya akan melakukan pembongkaran bersama Pusdataru Jateng.

"Selama proses pembersihan bangunan terdapat beberapa warga yang memilih untuk membongkar secara mandiri, setidaknya ada 19 bangunan dibongkar secara mandiri," ujar Fakthur.

Sementara itu Rochim, pedagang es kelapa muda yang kiosnya berada di bantaran Sungai Kendal tepatnya di depan pasar Sukodono, hanya pasrah saat petugas merobohkan kiosnya. Meski berat hati, Rochim pun sadar dirinya memang tidak memiliki hak untuk mendirikan bangunan di atas tanah tersebut. Ia pun tak punya pilihan lain untuk berpindah tempat berjualan. (Ung)

BERITA REKOMENDASI