Banjir di Kudus, Pengungsi Bertambah

Editor: KRjogja/Gus

KUDUS, KRJOGJA.com – Banjir yang menggenangi sejumlah desa di tiga kecamatan wilayah Kabupaten Kudus secara umum sudah mulai surut. Hanya tiga pedukuhan di Desa Jati Wetan Kecamatan Jati yang kondisi genangannya masih stagnan dengan ketinggian antara 30 cm hingga 70 cm. Jumlah warga Dukuh Barisan, Gendok dan Tanggulangin yang mengungsi di Balai Desa Jati Wetan hingga Selasa (29/1) malam mencapai 354 jiwa.

Sekretaris Desa Jati Wetan Kecamatan Jati Kudus, Yakub mengatakan, rumah terendam di tiga pedukuhan sebanyak 230 rumah, terdiri 1.022 jiwa, tetapi yang bersedia mengungsi baru sepertiganya. “Jumlah pengungsi masih mungkin bertambah, karena belum ada tanda- tanda genangan menurun,” ujarnya.

Genangan tak kunjung surut karena air tak dapat dibuang melalui pintu air ke Sungai Wulan yang debitnya mencapai lebih 200 meter kubik (m3) per detik. Air dapat keluar jika debit Sungai Wulan di bawah 125 m3 per detik. Sedang pompa polder yang dioperasikan 24 jam belum banyak membantu mengurangi genangan.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Bergas Catursasi Penanggungan mengatakan, jumlah warga terdampak banjir di wilayah Kudus mencapai lebih 7.500 jiwa. Saat ini mulai berkurang seiring mulai surutnya genangan.

Warga terdampak itu tersebar di sebelas desa di tiga kecamatan, masing- masing Desa Banget dan Setrokalangan (Kaliwungu), Desa Pasuruhan Lor, Jati Wetan, Jati Kulon, Tanjungkarang, Jetis Kapuan (Jati), serta Desa Mejobo, Golantepus, Temulus dan Payaman Kecamatan Mejobo.

Jumlah terbesar di Desa Jati Wetan Kecamatan Jati 1.022 jiwa, serta Desa Golantepus (376 jiwa), Mejobo (2.449 jiwa) dan Desa Temulus 3.191 jiwa, ketiganya di Kecamatan Mejobo.

Camat Mejobo Harso Widodo menambahkan, pihaknya telah menerima berbagai macam logistik dari BPBD, dan bantuan segera disalurkan. Saat ini, jumlah kawasan terdampak banjir di Kecamatan Mejobo sudah turun sekitar 60 persen. (Trq)

 

BERITA REKOMENDASI