Banjir Terjang Dukuhseti Dan Tayu

Editor: KRjogja/Gus

PATI, KRJogja Com – Belum reda “banjir rawa” di Pati selatan, kini musibah terjadi lagi. Wilayah Pati utara, yakni kecamatan Tayu dan Dukuhseti diterjang banjir bandang, Selasa (23/2) malam hingga Rabu (24/2) pagi.

Banjir bandang yang menerjang wilayah Tayu dan Dukuhseti sebagai dampak tingginya curah hujan lereng gunung Muria sebelah utara. Keadaan diperparah akibat hilangnya hutan jati di kawasan Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Ngarengan.

Relawan tanggap bencana, Alan Arsalan SH menyebutkan, dampak banjir bandang. Menyebabkan ribuan rumah di desa Dukuhseti, Bakalan, Tegalombo, Dumpil, Banyutowo, Puncel, Wedusan, dan desa Kembang terkepung air. Banjir juga menyebabkan lumpuhnya arus lalulintas di sejumlah ruas jalan. Seperti di depan pompa bensin Bakalan, Ngagel, Alasdawa, dukuh Kedawung, desa Dukuhseti sampai ke Puncel.

“Ini akibat bendungan desa Ngagel tidak dapat menahan debit air, sehingga air meluap ke pedasaan, kawasan sawah dan tambak ” ucap Selamet Riyadi, warga Dukuhseti.

Air bah menerjang desa Wedusan kecamatan Dukuhseti. Ketinggian air sampai 50cm, sehingga menyebabkan 6 rumah terendam. Penyebabnya karena meluapnya sungai perbatasan antara desa Semirejo kabupaten Jepara dengan desa Wedusan kecamatan Dukuhseti.

Relawan bencana alam, Gunawan SH merincikan 5 rumah di desa Wedusan yang terendam banjir. Yakni milik Musallam, Rudi, Siti Umaroh, Subadi dan Ponirah.

BERITA REKOMENDASI