Banyak Diborong, Durian Musangking Gunungwungkal Kuasai Pulau Jawa

PATI, KRJOGJA.com – Meski di beberapa daerah masih terjadi banjir durian Musangking, namun di wilayah Gunungwungkal Pati justru sudah selesai (marit). Hal tersebut disebabkan, buah durian yang dihasilkan sudah habis diborong komunitas durian dari sejumlah kota besar di Pulau Jawa. 

Panen raya durian di wilayah Kecamatan Gunungwungkal Pati terjadi pada bulan November lalu. Karenanya Memasuki pertengahan Desember sudah sangat sulit ditemukan penjualan durian jenis unggul.  

"Panen lebih cepat karena tidak banyak pohon durian yang mampu berbuah maksimal. Ini disebabkan kemarau yang terlalu panjang," ujar pendamping petani Kecamatan Gunungwungkal, Handoko. 

Selain itu, diborong pembeli dari luar kota. Seperti dari Jepara, Sragen, Madiun, Solo dan Kebumen. Mereka membeli durian jenis Musangking secara borongan. Per kilogramnya Rp 100 ribu baik untuk ukuran besar maupun kecil.  

"Lalu, mereka menjual lagi durian Musangking asal Gunungwungkal ke kota besar lainnya. Seperti ke Surabaya, Bandung, Semarang, Malang dan Jakarta. Dengan harga Rp 250 ribu per kilogram," ucap seorang petani, Jukariyo (51), Minggu (15/12/2019). 

Dijelaskan petani di Desa Sampok ini, sengaja menanam pohon durian jenis unggul. Diantaranya Musangking, Bawor, Menoreh, Duri Hitam, Matahari, Kani dan jenis D24. Ini dikarenakan peminat dan pemesan hasil buah ini cukup banyak.  

"Khusus durian jenis Menoreh, dulu bibitnya dari Yogyakarta," tambah Jukariyo. 

Sejumlah petani mengaku, dalam merawat tanaman durian, selama ini tidak pernah mendapat ilmu dari petugas pertanian. "Kami mendapat ilmu justru dari sales (penjual) pupuk. Mereka menawarkan kualitas pupuknya, sambil mengajari kami," ujarnya lugas. (Cuk)

BERITA REKOMENDASI