Batik Lasem Butuh Pembinaan dan Pembaharuan Data

Editor: KRjogja/Gus

REMBANG (KRjogja.com) – Keberadaan batik tulis Lasem,yang dijadikan salah satu icon Kabupaten Rembang belakangan ini kurang mendapat perhatian dari pemerintah daerah Kabupaten Rembang serta stake holder terkait. Pembinaan yang berkelanjutan dan perbaruan data jumlah perajin dan home industri diharapkan dilakukan secara berkala,sehingga tidak memunculkan persaingan sesama perajin atau monopoli oleh pengusaha tertentu.

Adalah Ny Sulastri (45) yang dulunya bekerja membatik di salah satu pengusaha china Lasem,sekarang ikut membesarkan usaha membatik di kawasan Desa Pohlandak,Kecamatan Pancur,Rembang mengakui usaha membatik bisa berjalan manakala didukung oleh pemasaran dan permodalan. 

"Kita sudah memproduksi tiap bulan,tetapi kalau pemasaran seret,tentu usaha membatik akan berhenti sementara,menunggu barang dagangan terjual," kata Sulastri.

Ketua Klaster Batik Tulis Lasem, Santoso (60) mengakui jika selama ini untuk up date data diakui mengalami keterlambatan,hal itu akan berpengaruh kepada pembinaan dan penyebaran pemasaran. " Idealnya pendataan itu dilakukan secara kontinyu oleh pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Perindustrian,sehingga dapat dengan mudah melakukan pemetaan,baik untuk pembinaan berikutnya maupun untuk mencari solusi pemecahan di masing-masing home industri," kata Santoso. 

Pengusaha batik yang sudah lama berkecimpung di industri batik Lasem ini mengaku,jika dirinya sering dipojokkan oleh pengusaha batik Lasem pribumi yang seolah-olah terjadi monopoli usaha termasuk pemasaran oleh pengusaha tertentu hingga bisa menembus ke luar negeri.

Kepala Dinas Peridustrian dan Perdagangan Kab Rembang Ir Muntoha mengakui jika soal pendataan menyeluruh secara kontinyu akan segera dilakukan,masalahnya banyak diantara perajin musiman dan perajin tetap. " Terima kasih atas masukannya,dan kami akan konsisten mengingat batik Tulis Lasem memiliki nilai sejarah panjang dan menjadi icon Kabupaten Rembang," kata Muntoha, Senin (3/7). (ags)    

BERITA REKOMENDASI