Batik Motif Ciprat, Kreasi Baru Siswa SLB

Editor: Ivan Aditya

KENDAL, KRJOGJA.com – Anak berkebutuhan khusus ternyata bisa menghasilkan karya batik dan mulai dikembangkan di Kabupaten Kendal. Motif batik yang dibuat berbeda dengan batik umumnya yaakni menggunakan teknik ciprat. Besar kecilnya cipratan yang dihasilkan pada setiap kain, mengambarkan jenis kebutuhan khusus yang dideritanya.

Batik yang dikembangkan karya anak-anak Sekolah Luar Biasa (SLB) Mutiara Bangsa Kendal ini dikenal dengan dengan batik ciprat. Motif yang ada pada batik ini selain menonjolkan tumbuhan khas kendal seperti cengkeh, kopi dan tembakau.

Cipratan yang dihasilkan menjadi motif tambahan pada kain batik, sehingga hasil yang didapat lebih menarik dan berbeda dengan batik pada umumnya. “Cipratan yang kecil-kecil dihasilkan dari siswa-siswa penyandang tuna rungu, sedangkan cipratan yang besar biasanya dihasilkan dari siswa-siswa penyandang tuna grahita,” ujar Kepala SLB Mutiara Bangsa Nina Dewi.

Dikatakan yang membedakan adalah cipratan pada setiap kain yang merupakan ruang berkreasi dan bermain menggunakan malam. “Bahan pewarna yang digunakan juga alami tidak menggunakan bahan kimia. Mulai dari joho, alpukat, mahoni dan kayu yang lebih aman dan tahan lama,” lanjutnya.

Sementara itu Bupati Kendal Mirna Annisa mengapresiasi karya siswa-siswi SLB ini. Pasalnya karya yang dihasilkan bisa menjadi batik yang berbeda pada umumnya. “Dengan hasil batik ciprat yang luar biasanya ini bisa dikembangkan menjadi komoditas dan batik khas Kendal yang bisa bersaing dengan batik lainnya,” ujar Mirna.

Batik ciprat ini dihargai Rp 1 juta hingga Rp 3 juta tergantung bahan yang digunakan. Mahalnya harga batik ciprat ini karena batik tulis bukan batik cap. “Kedepan batik ciprat ini akan dikembangkan untuk menambah keragaman batik yang ada di Kendal,” lanjutnya. (Ung)

BERITA REKOMENDASI