Bea Cukai Sita 19 Juta Rokok Ilegal

KUDUS, KRJOGJA.com – Mendekati penghujung tahun 2017, tim Intelijen dan Penindakan (Inteldak) Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kudus berhasil menyita 19,39 juta batang rokok ilegal dari jenis Sigaret Kretek Tangan (SKT) senilai Rp 24,11 miliar. 

Jumlah itu berasal dari 73 kali penindakan, dengan potensi kerugian negara mencapai Rp 11,29 miliar. Selain rokok ilegal, petugas juga mengamankan bahan baku tembakau iris yang jumlahnya mencapai hampir 13 ton. Terakhir, penindakan dilakukan terhadap 960 ribu batang rokok ilegal asal Jepara yang akan dikirim ke luar daerah. 

Rokok yang dikemas tanpa pita cukai dan diangkut sebuah truk itu, dihentikan petugas dalam  operasi tertutup di jalan raya Kudus- Semarang. Sopir truk N (21) dan R (20) warga Jepara, diamankan.

Kepala KPPBC Tipe Madya Kudus Iman Prayitno mengatakan, jumlah penindakan hingga awal Desember cukup fantastis yakni sebanyak 73 kali. Bandingkan dengan tahun lalu sebanyak 40 kali penindakan. Dari jumlah rokok ilegal yang disita pun melebihi tahun 2016 sebanyak 16,82 juta batang, dengan potensi kerugianya hanya Rp 10,76 miliar.

"Sampai akhir Desember ini, penindakan rokok ilegal terus kami intesifkan. Jadi sangat mungkin jumlah dan potensi kerugiannya bertambah," ujarnya melalui Kasi Penyuluhan dan Layanan Informasi (PLI) KPPBC Kudus Dwi Prasetyo Rini, Senin (4/12). 

Sayangnya, dalam setiap kali operasi penangkapan, petugas selalu kesulitan mengungkap pemilik perusahaan rokok ilegal. Hal itu karena  tempat produksi hingga pengiriman barang selalu dilakukan dengan sistem sel. (Trq)

Adapun sanksi pelanggaran terhadap pembuatan rokok ilegal ini diatur dalam Pasal 50 UU Nomor 11/1995 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 39/2007 tentang Cukai. Ancaman pidananya penjara satu hingga lima tahun dan denda dua hingga 10 kali lipat nilai cukai yang seharusnya dibayar.—(Trq)

BERITA REKOMENDASI