Benda Bersejarah Situs Plawangan Butuh Perhatian

REMBANG, KRJOGJA.com – Berbagai benda peninggalan yang tersisa dari sejarah kejayaan maritim nusantara sejak 20 abad silam di Desa Plawangan Kecamatan Kragan,Kabupaten Rembang kini tidak hanya didokumentasikan, namun akan dipamerkan di rumah peradaban. Tim peneliti menilai, warisan sejarah tersebut merupakan aset bertaraf internasional yang sangat penting untuk dilestarikan.

Wacana tersebut mencuat saat Tim Peniliti Situs Plawangan 2017 dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional dan pemerintah kabupaten Rembang menggelar Forum Group Discussion (FGD) di ruang rapat Bupati,belum lama ini. Dalam kegiatan tersebut juga dihadiri pegiat sejarah, pihak desa Plawangan dan tokoh masyarakat.

Ketua Tim Peneliti situs Plawangan tahun 2017, Profesor Bagyo Prasetyo menyatakan, situs Plawangan menurut hasil temuan tim peneliti layak disebut situs berlevel Internasional. Sejak 2000 tahun lalu, di Plawangan sudah ada interaksi atau ditemukan benda-benda yang berasal dari luar.

“Plawangan ini merupakan bagian dari jalur maritim, hal itu bisa dilihat dari penemuan–penemuan di sana. Indonesia kan tidak punya, itu barang perdagangan dari daerah Dongson Vietnam," kata Profesor Bagyo Prasetyo lagi.

Jalur maritim saat itu, sebutnya, merupakan jalur perdagangan dari negeri Cina dan India. Orang India dan Cina berkunjung ke Plawangan, diduga untuk menukaran barang-barang kerajinannya dengan rempah- rempah, terbukti ditemukan manik- manik produksi India dan pasifik dan benda emas dan nekara perunggu termasuk ditemukannya keramik dari negeri Cina.

Rumah Peradaban juga dapat berfungsi sebagai pusat pembelajaran tentang sejarah kepada anak- anak atau masyarakat. Salah satu poin plus di situs Plawangan, Pusat Penilitian Arkeologi Nasional memiliki gedung dan lahan luas yang bisa dikembangkan lagi.

“Luas tanahnya sekitar 1,5 hektar dan ada tiga gedung yang memungkinkan untuk tempat display. Rencananya pusat akan digunakan ruang pembelajaran terkait kebudayaan yang ada di Plawangan dan tempat literasi," ungkapnya.

Sementara itu di gedung tersebut hanya terpampang gambar-gambar situs penemuan di desa Plawangan. Namun selanjutnya, benda-benda asli dari penemuan akan disimpan di sana, selain itu di lahan 1,5 hektar itu akan buat semacam panggung terbuka untuk dimanfaatkan berbagai aktifitas kebudayan.

Sementara itu Kepala Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rembang, Dwi Purwanto menyambut baik atas upaya yang dilakukan oleh Pusat Penilitian Arkeologi Nasional dalam penanganan situs Plawangan. Pemkab dalam hal ini juga berkomitmen untuk mendukung dan bersama- sama berupaya untuk pengembangan situs bersejarah tersebut.

“Secepatnya kita akan berkoordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan dan pemerintah kabupaten untuk langkah selanjutnya. Yang jelas kami ingin dalam waktu dekat ini bisa menumbuhkan rasa bangga terhadap situs Plawangan," ujarnya. (Ags)

BERITA REKOMENDASI